MENU

by • January 15, 2017 • InvestasiComments (0)253

10 Menu Pilihan Investasi

Perkembangan ekonomi khususnya pasar modal di Indonesia melahirkan begitu banyak pilihan investasi, bahkan jauh melebihi yang selama ini kita kenal secara umum. Kebutuhan dan pola investasi praktis terus melahirkan produk-produk derivatif. Pembahasan dalam buku ini memfokuskan pada investasi yang bisa dilakukan oleh semua orang dengan cara sederhana dan praktis. Instrumen yang banyak mendapat porsi adalah investasi yang memungkinkan dilakukan pemodal karena memiliki dana cadangan [idle money], artinya mereka yang telah memiliki pendapatan dan pekerjaan utama, dan setelah dikurangi pengeluaran konsumsi maka teralokasikan dana sisa. Nah mengelola dana sisa dalam investasi inilah kemudian coba dibahas lebih detil daripada investasi lain yang membutuhkan dana besar dan full time investment. Biasanya dilakukan oleh mereka yang menjadikan investasi sebagai penghasilan utama.

Apa saja menu pilihannya?

Properti

Investasi properti selama ini dinilai sebagai investasi paling aman dengan hasil investasi yang sanggup berada diatas laju inflasi, namun tidak semua pemodal memilih investasi ini karena menilai dana yang ditanamkan mengendap lama dan tidak likuid sehingga ketika pemodal membutuhkan dana cepat hal itu sulit dilakukan

Emas

Sementara logam mulia yang satu ini juga memiliki sifat yang sama dengan properti, lincah bermanuver mengelabui inflasi, bahkan ketika krisis terjadi harga emas mengalami kenaikan. Namun bukan berarti bebas resiko. Baik properti maupun emas akan baik jika dijadikan investasi jangka panjang

Reksa Dana

Reksa Dana sebenarnya yang paling bungsu dipasar modal selain saham dan obligasi. Diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1995 dan kemudian mencuri perhatian setahun berikutnya. Sekarang reksa dana merupakan tulang punggung pasar modal. Banyaknya pemodal menanamkan dananya karena banyak kelebihan reksa dana yang seolah menjadi solusi dari setiap kelemahan investasi lain.

Obligasi

Dipasar modal obligasi juga masih diminati dan menjadi pilihan bagi perusahaan penerbit untuk mendapatkan modal. Namun kecendrungannya signifikan dengan deposito yang sama-sama menawarkan hasil investasi berupa bunga

Saham

Untuk investasi disini, maka pemodal haruslah expert dan benar-benar mengetahui sluk beluk dengan detil. Karena tingkat resiko investasi ini tertinggi dibandingkan dengan instrumen investasi lain.

Asuransi

Diawal kemunculannya asuransi merupakan instrumen proteksi, namun dalam perkembangannya memberikan fasilitas tambahan berupa investasi. Sejak evolusi ini terjadi asuransi mulai naik daun dan banyak diminati, walaupun memiliki sifat seperti deposito, namun kelebihan asuransi adalah fasilitas proteksi yang tidak ada diinstrumen lain

Deposito

Sebagaimana obligasi, deposito menawarkan bunga sebagai hasil investasinya, namun lebih sering hasilnya masih dibawah inflasi. Namun untuk jangka panjang dan tingkat keamanan, maka deposito adalah pilahan terbaik.

Bisnis

Investasi usaha menjadikan Anda sebagai entrepenur atau wirausahawan, karenanya faktor keberhasilannya tergantung pada strategi pasar yang Anda bangun. Hasil investasinya bergantung pada kemampuan Anda menerapkan manajemen dan resiko usaha terjadi jika manajemen yang Anda bangun tersebut gagal.

Franchise

Sama halnya dengan usaha konvensional, namun franchise memberikan keunggulan dalam sistem, dimana manajemen strategi usaha biasanya sudah diataur dalam standart operasional prosedur.

MLM

Investasi yang terakhir, adalah direct selling melalui MLM. Pemasaran ini pernah digemari dan naik daun pada awal tahun 2000-an, namun sekarang mulai ditinggalkan padahal mengelola MLM dengan baik menghasilkan passive income yang menjanjikan.

Adakah investasi lain yang layak dipertimbangkan, tentu saja ada namun memang tidak dibahas dalam buku ini. Dalam pasar modal saja misalkan, selain saham, obligasi dan reksa dana masih ada turunan lain seperti right issue, waran, KBIS atau efek beragun serta beberapa mekanisme lain. Namun unsur derivatif ini menjadi muara hancurnya ekonomi Amerika pada akhir tahun 2008 lalu.

Selain pasar modal, investasi yang cukup sekarang diminati adalah investasi perkebunan, seperti karet, sawit dan palawija. Memang investasi ini dulunya enggan dilakukan oleh kebanyakan orang karena membutuhkan dana yang besar. Namun belakangan untuk investasi ke sektor ini sekrang sudah ada reksa dananya, atau mutual fund sehingga dana yang dikeluarkan per orang tidaklah sebesar jika melakukannya sendiri. Selain perkebunan, peternakan juga pernah digemari sebagi investasi yang menjanjikan. Misal Anda membeli seekor anak sapi dengan harga Rp. 2 juta, dalam waktu beberapa bulan setelah anak sapi tumbuh dewasa Anda bisa menjualnya dengan harga Rp. 10 juta. Bayangkan berapa persen kenaikannya? Namun memang selama merawat ada biaya yang harus dikeluarkan, belum lagi lahan seperti kandang dan makanan. Sementara resikonya pun tidak main-main, gagal panen adalah resiko dalam investasi perkebunan dan kematian, catat atau sakit pada ternak juga merupakan “capital loss”.  Nyaris tidak ada bebas resiko dalam berinvestasi

 

No Investasi Tipe Pemodal Kelebihan Kekurangan
1 Asset

Properti

Emas

 

 

Konservatif

Konservatif – Moderat

 

Harga jual yang tinggi mengalahkan inflasi

 

Tidak likuid

Investasi Jangka Panjang

2 Pasar Modal

Saham

Obligasi

Reksa Dana

 

 

Agresif

Konservatif – Moderat

Konservatif – Moderat

 

Hasil tinggi

Aman dengan bunga tetap

Dikelola profesional

 

Resiko Tinggi

Dana investasi tinggi

Capital Loss

3 Deposito Konservatif Aman Hasil investasi kecil
4 Asuransi Konservatif – Moderat Investasi – Proteksi Hasil investasi kecil
5 Wirausaha

Konvensional

Franchise

 

 

Konservatif – Moderat

Konservatif – Moderat

 

Tidak bergantung pada faktor eksternal secara langsung

 

Manajemen yang buruk akan menjadikan usaha tidak memberikan hasil

6 MLM Konservatif – Moderat Sistemnya yang membangun Komitmen yang kurang membuat usaha tidak berkembang

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *