MENU

by • January 11, 2017 • Startup JournalComments (0)238

3 Alasan Mengapa Kita Memilih Usaha Waralaba (Franchise)

www.freepik.com

www.freepik.com

Sekarang adalah tahunnya waralaba atau yang kebanyakan orang sebut dengan istilah franchise. Hampir disemua pelosok dari kota sampai desa, dari pasar tradisional sampai mall, bisa Anda temukan berbagai bisnis waralaba ini. Nistains Odop dalam bukunya berbisnis waralaba murah mengibaratkan bisnis waralaba seperti kita mem-fotocopy satu kertas dan memperbanyaknya. Hasil dari fotocopy itu akan sama walaupun diperbanyak ratusan kali. Karena disini kita ditawarkan untuk membeli sebuah sistem usaha yang sudah ada dan teruji operasionalnya lengkap satu paket dengan konsep pemasaran dan lain-lain. Mudahnya, seorang pemilik usaha [kemudian disebut franchisor] yang sudah mapan dan berkembang mempersilahkan orang lain untuk turut mendirikan usaha sejenis untuk dioperasikan ditempat lain dengan perjanjian kontrak dan ketentuan tertentu. Disini Anda akan merasakan sudah memiliki sebuah bisnis dengan nama yang terkenal, produk yang diminati masyarakat dengan resiko yang relatif minim.

Pengertian waralaba sendiri adalah pemberian sebuah lisensi usaha suatu pihak [perorangan ataupun perusahaan] kepada pihak lain sebagai penerima waralaba. Dengan kata lain waralaba adalah pengaturan bisnis dengan sistem pemberian hak pemakaian nama dagang oleh pewaralaba/franchisor kepada pihak independen atau terwaralaba untuk menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kesepakatan untuk membuka usaha dengan menggunakan mereka dagang/nama dagang dibawah bendera mereka. Berikut beberapa nilai plus dan informasi untuk menjalankan waralaba.

  1. Sebuah bisnis diwaralabakan karena sebelumnya telah berhasil mencuri perhatian pasar, mendapat kepercayaan dan bertumbuh. Artinya perusahaan ini telah memiliki nama atau brand yang sudah lekat dengan pasar. Sehingga ketika Anda menjalankan bisnis waralaba, keuntungan tercepat yang dapat Anda peroleh adalah promosi secara tidak langsung. Karena waralaba pada dasarnya merupakan usaha penjualan brand sebuah unit bisnis.
  2. Sistem operasionalnya telah distandarisasi dari franchisor, Anda tidak perlu pusing lagi dengan segala hal yang rumit tersebut, mulai dari input baik bahan baku atau infrastruktur sampai dengan proses dan output dipandu dari francisor. Anda tinggal mengawasi saja agar semuanya berjalan sesuai prosedur. Namun tidak semua bentuk kerjasama sistem waralaba seperti ini, misalnya pada SDM, ada beberapa yang sampai memberikan pelatihan pada calon tenaga kerja yang akan kita pekerjakan, namun tidak sedikit pula yang memberi kebebasan kepada kita untuk mengaturnya.
  3. Dengan waralaba, Anda ibarat melakukan start awal dari tengah lintasan, atau memotong jalan. Karena semua langkah awal dari memulai bisnis dari penetrasi pasar sampai hal sepele lainnya sudah terkonsep dan Anda tinggal mengoperasikannya saja. Dan karena usaha ini sebelumnya telah teruji dan berhasil menaklukkan pasar, maka ketika Anda jalankan pun persentase mendapatkan hasil yang sama menguntungkannnya menjadi besar. Misalkan saja Anda mendirikan usaha bimbingan belajar, usaha ini Anda rintis sendiri dengan nama usaha yang Anda tentukan sendiri. Maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari ijin atas usaha bimbingan belajar tersebut, kemudian promosi kesekolah-sekolah, dan orang-orang mungkin belum sepenuhnya percaya apakah bimbingan belajar yang Anda miliki cukup baik atau tidak. Ditahun-tahun pertama, mungkin kelas yang Anda miliki hanya terisi setengah siswa bahkan kurang, jika semuanya terkonsep dengan baik, maka mungkin baru setelah beberapa tahun Anda bisa meraih hasilnya. Dan bandingkan jika Anda membeli waralaba bimbingan belajar Kumon misalnya, yang sudah memiliki persepsi baik dimata masyarakat. Anda bahkan mungkin tidak perlu lagi promosi besar-besaran, orang sudah mengenal nama Kumon dan Andalah yang justru akan dicari. Sistem operasional sudah ada dan Anda sepenuhnya tinggal menjalankannya sesuai prosedur yang ditentukan. Segalanya jadi lebih mudah bukan?

Namun jangan lupa, ketika kita membeli waralaba, tentu saja ada biaya yang harus dikeluarkan. Beberapa waralaba yang telah memiliki brand nasional memiliki biaya franchise [biaya yang Anda keluarkan untuk membeli brand usaha waralaba tersebut] cukup besar, demikian pula dengan royalti fee nya. [Biaya yang Anda keluarkan –biasanya- setiap bulan kepada franchisor]. Dalam pengamatan Saya, hanya beberapa usaha waralaba kecil yang membebaskan dari royalti fee dan franchise fee, namun ada kompensasi lain yang harus Anda keluarkan untuk menjalankan waralaba tersebut, misalnya diwajibkan untuk membeli bahan baku usaha hanya dari franchisor, disinilah franchisor mendapat keuntungan materi selain promosi dari mewaralabakan usahanya. Perhatikan hitung-hitungannya dengan cermat agar investasi kita memberikan hasil yang optimal.

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *