MENU

by • January 15, 2017 • Karyawan (Employee)Comments (0)212

4 hal yang harus di perhatikan saat merekrut karyawan

Lie Charlie, seorang pegawai swasta dalam tulisannya yang dimuat oleh tabloid Kontan menyampaikan bahwasannya terdapat 2 kelompok pekerja, yang pertama tipe kutu loncat dan yang kedua adalah tipe dinosaurus. Dikatakannya, seorang kutu loncat biasanya punya keahlian, tidak punya banyak tanggungan dan lazimnya relatif masih muda usia, sementara dinousaurus justru sebaliknya, sekalipun tidak terlalu cemerleng namun tipe dinosaurus biasanya tekun dan bisa dipercaya. Bahasan dibawah memang tidak membicarakan kedua tipe ini, namun mencoba mengenal siapa saja orang yang harusnya Anda pekerjakan dalam usaha Anda. Berikut adalah beberapa acuan dasar yang bisa menjadi panduan merekrut karyawan untuk usaha kecil yang baru berdiri.

  1. Berdasar Gender – Perhatikan komposisi gender dan kebutuhan. Jika jenis usaha Anda memang membutuhkan aktifitas fisik yang relatif besar, maka carilah karyawan laki2, namun rekrutlah karyawan perempuan jika usaha Anda membutuhkan pekerjaan yang umumnya lebih terampil dilakukan oleh kaum ibu ini. Misalnya Anda membuka usaha warnet yang beroperasi 24 jam, maka untuk shift malam bisa Anda berikan untuk karyawan laki-laki. Namun jika usaha yang Anda dirikan adalah laundry atau warung makan, maka karyawan perempuan biasanya lebih cocok. Dan jika karyawan yang Anda miliki laki-laki, maka upayakan untuk mencari mereka yang belum berkeluarga. Karena asumsinya, jika karyawan laki-laki yang sudah berkeluarga, maka karyawan tersebut biasanya merupakan tulang punggung keluarga. Maka kebutuhan gaji yang harus Anda berikan biasanya relatif tinggi. Karena ini usaha yang baru Anda rintis, maka tentu memberikan gaji dengan jumlah besar haruslah diperhitungkan dengan baik. Namun jika perempuan, sekalipun statusnya telah bersuami, maka asumsi dasarnya adalah wanita tersebut bekerja untuk menambah penghasilan keluarga, dimana suami karyawan tersebut juga bekerja ditempat lain. Namun hal ini tidak baku, jika usaha Anda memang memiliki kemampuan finansial yang bagus, Anda bisa merekrut yang mana saja sesuai dengan kebutuhan usaha.
  1. Berdasar waktu kerja – Jika usaha Anda memungkinkan untuk dijalankan dengan jadwal part time bagi karyawan, maka ini cukup menguntungkan karena biasanya ada beberapa orang yang ingin mengisi waktunya menjadi lebih produktif dengan bekerja part time. Umumnya yang seperti ini pun tidak menuntut upah yang tinggi, karena terkadang beberapa dari mereka adalah mahasiswa atau memang sudah bekerja full time ditempat lain, dan sebatas mencari tambahan. 
  1. Berdasar Pengalaman – Jika Anda memulai sebuah usaha yang sama sekali tidak pernah Anda kuasai, maka kesulitan terbesar adalah saat Anda harus menjalankan aktifitas operasional harian. Ini Saya alami ketika pertama kali mendirikan usaha laundry, yang ternyata jauh lebih komplek dari yang Saya perkirakan awal. Untuk itu Saya pun kemudian merekrut karyawan yang memang sudah berpengalaman bekerja di Laundry, bahkan sekarang sebagian dari karyawan Saya adalah mereka yang sudah pernah bekerja di jenis usaha yang sama sebelumnya. Keuntungan kita tentu saja bisa mendapat informasi dan membandingkan operasional usaha kita dengan usaha dimana karyawan kita pernah bekerja sebelumnya. Juga aktifitas operasional yang sudah bisa mereka kerjakan dengan baik, ketimbang jika kita mencari karyawan yang sama sekali tidak berpengalaman dibidangnya. Namun konsekuensinya, tentu saja Anda harus memberikan upah/gaji yang relatif lebih tinggi, karena mereka adalah tenaga yang memiliki nilai lebih. Setidaknya tawaran gaji yang kita berikan lebih tinggi dari tempat mereka bekerja sebelumnya. Namun jika usaha ini memang sudah Anda kenal dengan baik seluk beluknya, misalnya jasa service komputer dimana sebelum mendirikan usaha ini Anda memang sudah hoby mengutak-atik komputer, maka bisa jadi Andalah yang akan mengajarkan karyawan yang Anda rekrut. Untuk karyawan yang tanpa pengalaman seperti ini, Anda bisa memberikan upah/gaji yang tidak sebesar yang diterima oleh karyawan yang telah berpengalaman
  1. Berdasar daerah asal – Usaha kecil bisanya memiliki karyawan yang berdomisili disekitar tempat usaha yang Anda dirikan, Saya pun menilai ini adalah hal yang positif. Karyawan pendatang memang tidak buruk, namun mereka memiliki kemungkinan untuk cuti dalam rentang waktu lama relatif tinggi. Biasanya mereka ambil saat lebaran atau hari raya besar keyakinan yang dianutnya. Saya pun pernah terjebak pada kondisi seperti ini, dari beberapa unit bisnis yang ada sebagiannya diisi oleh karyawan yang berasal dari luar daerah. Dan ketika hari raya idul fitri tiba, sebagian dari usaha Saya tutup dan tidak beroperasi untuk waktu yang cukup lama. Pertimbangkanlah hal kecil seperti ini.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *