MENU

by • January 15, 2017 • Karyawan (Employee)Comments (0)317

4 Instrumen Utama Dalam Gaji Karyawan

Gaji harus didesign agar bisa menstimulasi karyawan untuk terus meningkatkan kinerjanya. Cobalah untuk menghindari sistem pembayaran flat atau tetap. Dengan pembayaran cara ini, bagus atau buruk kinerja karyawan dalam 1 bulan, maka upah/gaji yang akan diterimanya tetap saja tidak ada perubahan. Sehingga tidak ada dorongan dari karyawan tersebut untuk memperbaiki kinerjanya. Berikut adalah instrumen yang bisa Anda pertimbangkan untuk dicantumkan pada pembayaran upah/gaji karyawan.

Merupakan pembayaran utama yang harus dan wajib Anda berikan kepada karyawan sekiranya karyawan tersebut memenuhi ketentuan pembayaran. Jumlahnya harus disesuaikan berdasar level/tingkat jabatan/jenis pekerjaan karyawan

 

  1. Gaji Pokok

Pembayaran yang harus dan tetap anda diberikan sekalipun karyawan tersebut tidak kerja atau cuti dalam waktu lama. Karenanya disarankan agar jumlah gaji pokok yang anda berikan memang sesuai dengan kemampuan perusahaan saat beroperasi tanpa adanya karyawan yang tengah cuti lama tersebut. Misalnya seorang karyawan anda cuti hamil selama 3 bulan, dan pekerjaan yang ditinggalkan karyawan tersebut jika dilimpahkan kepada karyawan yang ada, maka karyawan tersebut harus mengerjakannya hingga diluar jam kerja yang ditentukan, karena selain harus mengerjakan pekerjaannya sendiri, juga sekarang melakukan pekerjaan yang ditinggalkan karyawan yang tengah cuti tersebut. Atau alternatif yang anda ambil adalah mencari karyawan pengganti sementara. Apapun itu, perusahaan tentu akan mengeluarkan dana dua kali, untuk gaji pokok karyawan yang tengah cuti, juga gaji yang diberikan untuk karyawan yang lembur atau tenaga tambahannya, karenanya disarankan agar menentukan gaji poko sudah sesuai dengan asehingga ketika karyawan cuti untuk waktu lama, perusahaan tidak mengeluarkan dana dalam jumlah yang besar. Terlebih jika Anda memiliki karyawan yang berasal dari luar daerah, maka kemungkinan mereka meminta cuti panjang cukup besar seperti sudah disampaikan pada bahasan diatas.

 

  1. Uang Transport dan Uang Makan

Anda harus menentukan berapa jumlah uang makan dan transport setiap karyawan. Biasanya besarnya berbeda-beda setiap karyawan tergantung level jabatan atau lama bekerja. Misalnya uang transport yang Anda tentukan adalah 6.000/ hari dan uang makan Rp. 10.000 /hari, kemudian dihitung berdasar jumlah kehadiran karyawan dalam sebulan. Misalnya dalam sebulan karyawan tersebut hadir kerja sebanyak 26 hari, maka Rp. 16.000 [uang makan + transport] x 26 hari. Maka uang transport dan uang makan yang Anda berikan adalah sebesar Rp. 416.000. Dalam peraturan perusahaan, yang juga mengacu pada peraturan ketenaga kerjaan, biasanya juga terdapat ketentuan khusus, misalnya bagi karyawan yang cuti setengah hari atau ijin 2 jam, maka disini ada yang akan dfipotong, misalnya jika karyawan cuti setengah hari, maka perusahaan tidak akan memberikan uang transport, tapi hanya uang makan. Atau uang transport yang dibayarkan untuk hari tersebut adalah sebesar 50% nya saja. Namun jika ada karyawan yang bekerja lembur hingga 2 jam melebihi waktu kerja normal, Anda pun diminta membuat ketentuan untuk memberikan uang makan 2 kali. Sehingga nantinya dalam satu bulan, jumlah uang transport dan uang makan akan berbeda. Misalnya karyawan tersebut dalam satu bulan hadir 26 hari dan 2 hari diantaranya kerja lembur dan sekali mengajukan cuti setengah hari, maka uang makannya bukan dikali 26, namun dikali 28 [plus 2 kali pada saat karyawan 2 kali kerja lembur], dan uang transport diberikan sebanyak 25 [dikurangi 1 kali cuti setengah hari] dikali jumlah uang transport yang Anda tentukan. Berikut perhitungannya :

 

Karyawan hadir dalam 1 bulan       : 26 kali

Cuti setengah hari                             : 1 Kali

Lembur                                               : 2 kali

 

Uang transport karyawan               : Rp.    6000    x 28                        =  Rp.   168.000

Uang makan karyawan                   : Rp. 10.000   x 25                         =  Rp.   250.000

Uang makan dan transport yang Anda bayarkan adalah sebesar         Rp. 418.000

 

  1. Tunjangan Jabatan

Tunjangan ini biasanya hanya diberikan pada karyawan yang memang memiliki jabatan diatas pelaksana harian. Seperti supervisor atau yang lebih tinggi. Dan tunjangan ini biasanya sudah termasuk perhitungan lembur, artinya sekalipun karyawan tersebut kerja lembur, maka penerima tunjangan tidak lagi dapat uang lembur.

 

  1. Insentif

Ada banyak rumusan untuk menentukan besarnya insentif, namun yang sederhana biasanya hanya beracuan pada satu faktor yakni omzet bersih usaha sebelum dipotong biaya gaji karyawan. Menentukan besarnya pun beragam, tergantung seberapa besar kekuatan finansial dan cash flow usaha Anda. Misalnya insentifnya adalah 3% dari total omzet bersih usaha sebelum dipotong biaya gaji. Maka jika omzet bersihnya sebesar Rp.6.000.000 maka angka ini dikali 3% sehingga insentif yang Anda berikan adalah Rp. 180.000 ke masing-masing karyawan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *