MENU

by • January 11, 2017 • Startup JournalComments (0)568

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Jika Mengakuisisi Sebuah Bisnis

akuisisi

Jual beli usaha bukanlah trend di Indonesia, berbeda dengan waralaba yang demikian menjamur. Tapi di negara seperti Amerika, banyak pengusaha muda merintis usahanya dari kecil sampai besar, kemudian menjualnya. Sementara di Indonesia, sebuah usaha dijual biasanya karena merugi atau karena pemiliknya lagi butuh uang. Karena itulah mengakuisisi sebuah usaha haruslah jeli. Saya peribadi belum pernah terlibat dalam proses akuisisi sebuah unit usaha, namun beberapa kali pernah masuk dalam proses untuk membeli sebuah bisnis yang hendak dijual pemiliknya. Hal ini yang memberikan sedikit informasi kepada saya apa-apa yang harus kita cermati jika hendak mengakuisisi sebuah usaha. Berikut hal-hal yang saya pelajari jika kita hendak mengakuisisi sebuah unit usaha :

  1. Teliti sebelum membeli, karena mungkin saja usaha yang dijual oleh pemiliknya masih bagus hanya saja tidak memberikan keuntungan besar [namun tidak rugi], sehingga pemilik malas mengelolanya. Apalagi jika harus menyuntikkan modal lagi agar usaha tersebut berkembang
  2. Dan jika usaha yang hendak dijual memang merugi atau menjelang bangkrut, maka cermatilah terlebih dahulu apa penyebabnya, apakah kekurangan modal atau pengelolaannya yang selama ini tidak bagus?
  3. Layak tidaknya sebuah usaha di akuisisi bisa dilihat dari seberapa besar prospek usaha tersebut, jika memang sudah masuk dalam titik jenuh, maka sebaiknya Anda tinggalkan. Misalnya usaha wartel yang memang sudah kehilangan pasar sejak memasyarakatnya teknologi handphone. Jika ada usaha wartel yang hendak dijual, pertimbangkanlah.
  4. Lakukan audit kecil-kecilan, lihatlah kinerja keuangannya. Perhatikan catatan uang keluar kemana saja, dan masuk dari mana saja. Yang tidak kalah penting adalah melihat apakah usaha tersebut memiliki utang atau piutang. Dan jika Anda kesulitan membaca laporan keuangannya, apalagi untuk sebuah unit usaha yang relatif besar, maka gunakan tenaga profesional
  5. Pastikan usaha ini tidak memiliki masalah dalam aspek hukum, seperti perijinan, pajak, kontrak jual beli dan lain-lain. Dan untuk menghindari praktek manipulasi data atau penipuan, maka dianjurkan agar Anda membuat pernyataan bermaterai dengan pemilik lama, yang berisi bahwa kedua belah pihak memberikan data yang sebenar-benarnya, jika ternyata data-data tersebut tidak benar, maka Anda berhak menuntut atau membatalkan pembelian usaha tersebut.

Sementara Garreth Sutton dalam bukunya ‘how to buy and sell a business’ menyampaikan pemahaman pada investigasi operasional yang seharusnya dilakukan sebelum membeli sebuah usaha, bahkan investigasi ini akan lebih baik jika dilakukan mendahului analisis finansial. Adapun beberapa poin dari pemahaman tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Cari tahu siapa pemilik usaha tersebut, bila perlu nama-nama pemegang sahamnya.
  2. Apakah produk atau jasa yang dijual perusahaan tersebut terpengaruh oleh perubahan teknologi
  3. Apakah perusahaan itu memiliki eksklusivitas terhadap referensi pada hak-hak produksi atau distribusi?
  4. Catat berapa besar keterlkibatan pemilik perusahaan, seberapa penting peran karyawan kunci yang ada dalam hubungannya dengan perusahaan
  5. Siapa saja yang menjadi pemasoknya, cari tahu hubungan perusahaan dengan pemasok, reputasi, jumlah para pemasok dan syarat-syarat pembayarannya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *