MENU

by • January 15, 2017 • Startup JournalComments (0)250

5 Tahapan Sederhana Untuk Menseleksi Kayawan

Pada bidang bisnis tertentu yang juga masih dalam skala usaha kecil, maka tidak ada salahnya Anda menyiapkan proses seleksi. Hal ini hampir tidak pernah dilakukan oleh kebanyakan usaha kecil. Katakanlah usaha Anda adalah jasa konsultasi keuangan dan pajak, maka tenaga admin yang Anda butuhkan tentu saja diharapkan yang menguasai sedikit banyak soal perpajakan. Atau misalnya anda membutuhkan customer service maka setidaknya karyawan yang Anda miliki mumpuni dalam berkomunikasi. Disini berorientasi  pada kualitas. Kecuali jika memang ternyata Anda justru kesulitan mendapatkan karyawan, maka biasanya kualitas tidak lagi penting, selama ada yang melamar tentu saja langsung diterima. Tapi jika Anda membutuhkan 1 orang karyawan, dan pengumuman rekrutmen yang Anda pasang didepan toko atau koran, justru menarik 2 Р3 orang calon karyawan [atau bahkan lebih]. Maka disini Anda bisa menyiapkan tes untuk melihat kecakapan mereka. Ada beberapa tahapan dalam tes rekruitmen yang biasanya dilakukan secara umum, dan berikut beberapa tahapan tes sederhana yang bisa Anda lakukan.

  1. Data ulang. Surat lamaran yang dibuat oleh calon karyawan tentu saja berbeda satu dengan lainnya, mintalah mereka mengisi formulir yang memang sudah Anda siapkan sesuai informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Ada banyak informasi lagi yang bisa Anda isi pada formulir sesuai dengan kebutuhan. Dan formulir diatas adalah contoh sederhana yang cukup untuk melihat kompetensi calon karyawan. Pada data personalia Kita dapat informasi seberapa jauh calon karyawan mengenal keluarganya. Pada Beberapa formulir lain ada juga yang menambahkan nama saudara kandung lengkap sampai dengan tanggal lahir mereka, demikian pula dengan orang tua, istri dan anak. Kemudian melihat jenjang pendidikannya, Anda bisa juga menambahkan informasi indeks prestasi mereka selama dijenjang akademik. Namun biasanya hasil ini tidak berbanding lurus dengan kualitas seorang karyawan. Ada orang yang buruk nilai akademiknya namun seorang workaholic yang hebat. Namun ada pula yang bagus justru tidak bisa bekerja sama sekali.

Dan pada pengalaman kerja, kita bisa melihat apakah karyawan ini orang yang loyal atau tidak, tanyakan pada sesi wawancara mengapa dia meninggalkan pekerjaan lamanya. Jika dalam rentang 5 tahun dan karyawan tersebut sudah bekerja di 3 perusahaan yang berbeda, maka harus ada penelusuran lebih jauh mengapa karyawan tersebut tidak memiliki loyalitas tinggi atau punya kecendrungan mudah bosan dengan satu tempat kerja. Mintalah referensi pada atasannya dulu dan hubungi untuk mengetahui alasan karyawan tersebut berhenti, apakah pernah menerima surat peringatan atau konflik sebelumnya. Berbeda dengan pengalaman organisasi, semakin banyak seseorang punya pengalaman organisasi tentu saja semakin bagus karena adanya pengalaman. Hanya yang harus dipastikan adalah seberapa jauh aktivitas berorganisasi tersebut mempengaruhi pekerjaan karyawan tersebut.

Informasi terakhir yang harus Anda ketahui adalah besaran gaji yang diinginkan karyawan tersebut. Pastikan lebih awal hal ini sehingga Anda tidak membuang waktu jika besarannya tidak sesuai. Jika gaji yang diinginkan calon karyawan tersebut lebih rendah dari yang dialokasikan perusahaan, maka proses seleksi bisa dilanjutkan, namun jika sedikit lebih besar, maka tawarkan untuk penyesuaian. Jika karyawan tersebut setuju maka proses seleksi bisa dilanjutkan, namun jika tidak maka Anda harus memfokuskan pada calon lain. Namun jika gaji yang diinginkan karyawan jauh lebih besar dari yang dialokasikan perusahaan, maka biasanya calon karyawan akan menolak dan tidak ada proses lanjutan.

 

  1. Tes Psikologis. Ada bermacam-macam tes psikologis, dengan tujuan tes yang berbeda-beda pula. Ada tes untuk mengukur ketahanan kerja atau melihat kemampuan daya pikir calon karyawan. Tes psikologis bisa Anda dapatkan ditoko-toko buku, pilih saja salah satu yang menurut Anda cocok untuk digunakan, pilihlah yang sederhana untuk mengukur kecakapan kerja, tentukan beberapa saja sehingga dapat dikerjakan dengan cepat selama proses seleksi.

 

  1. Tes Umum. Tes ini mulai jarang diberikan kecuali untuk karyawan yang akan dialokasikan untuk menduduki jabatan tertentu, seperti supervisor penjualan atau store manager. Tesnya pun bisa Anda buat sendiri, sifat jawaban dalam bentuk analisa. Carilah materi dibuku atau majalah bisnis, misalnya saja berkaitan dengan penyebab krisis moneter yang terjadi di Asia beberapa waktu lalu, atau yang berkaitan dengan penjualan produk Anda. Jika misalnya usaha Anda dibidang otomotif, maka pertanyaan seputar mesin bisa anda ajukan disini.

 

  1. Wawancara. Dari data isian pada poin 1, bisa menjadi bahan wawacara awal, mulai dari menanyakan soal keluarga, kemudian tempatnya bekerja dan sebagainya. Berikut adalah urutan materi wawancara yang bisa Anda lakukan.
  • Tanyakan latar belakang pendidikannya
  • Tanyakan soal pengalaman kerjanya
  • Tanyakan alasan kenapa berhenti kerja ditempatnya dulu
  • Tanyakan soal motivasinya bekerja ditempat Anda
  • Tanyakan pendapatnya apa yang diketahui soal produk usaha Anda

 

  1. Tes tambahan [analisa SWOT]. Biasanya 4 tahapan diatas sudah cukup, namun jika Anda merasa masih belum menemukan atau belum bisa memutuskan kandidat yang sama-sama memiliki kualitas sama, maka Anda bisa meminta mereka membuat analisa SWOT berkaitan dengan usaha Anda dan mempresentasikannya dihadapan. Yang bisa memaparkan dengan gambling dan meyakinkan, bisa menjadi pertimbangan bagi Anda untuk Anda mengambil keputusan

Setelah semua tahapan seleksi mereka selesaikan, saatnya Anda menentukan pilihan. Tidak selamanya calon karyawan yang mendapat hasil tes paling baik adalah calon yang tepat untuk bekerja dengan Anda. Disini peran intuisi harus digunakan. Selama proses seleksi khususnya wawancara, ada banyak kesempatan dimana Anda bisa memberikan penilaian secara subyektif. Karena terkadang sebuah loyalitas tidak bisa terbaca hanya melalui serangkaian tes pendek. Namun jika tidak ada factor lain yang mempengaruhi, maka hasil tes bisa menjadi bahan pertimbangan utama pengambilan keputusan Anda.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *