MENU

by • January 15, 2017 • InvestasiComments (0)357

Apakah Deposito Itu Investasi, Bagaimana jika Dibandingkan dengan Reksadana?

Definisi deposito sangat sederhana, Deposito = Menabung. Yup, proses menyimpan uang dibank, yang secara sederhana prinsipnya sama persis seperti menabung dengan rekening dibank. Perbedaannya penyimpanan uang dideposito yang dilakukan pemodal memiliki tujuan mendapat keuntungan secara berkala melalui bunga yang dihasilkan dari dana yang disimpan. Hal ini mungkin dilakukan karena tingkat bunga deposito yang berbeda dengan tingkat bunga dalam tabungan tahapan biasa. Mekanisme kerjanya sama seperti instrumen asuransi, dimana bank sebagai lembaga penerima dana akan mengelola kembali uang yang Anda tanamkan ke instrumen yang lebih menghasilkan. Deposito biasanya menjadi pilihan sebagai penghasilan pasca kerja atau pensiun yang disebut sebagai dana pensiun dalam bentuk deposito.

Sebelum tahun 1998, deposito merupakan pilihan investasi yang sangat dicari, namun sekarang ini seiring dengan banyaknya instrumen lain yang memberikan hasil investasi yang lebih menjanjikan membuat investasi deposito mulai kehilangan peminat, terlebih suku bunga deposito yang belakangan ini kerap mengalami penurunan. “Kompetitor” investasi ini adalah reksa dana dan obligasi. Signifikansinya sangat terlihat, ketika bunga deposito naik, maka banyak pemodal yang mengalihkan invetasinya ke instrumen ini, namun jika sebaliknya maka deposito mulai ditinggalkan.

Namun sekalipun demikian banyak perencana keuangan yang merekomendasikan deposito [khususnya bulanan] untuk dipilih sebagai alternatif investasi, sekalipun bunganya rendah namun merupakan investasi yang sangat likuid dengan return tetap dan jauh dari resiko gagal bayar [kemungkinannya kecil], kapanpun Anda membutuhkan, maka deposito dapat langsung dicairkan

Deposito VS Reksa Dana

 

Deposito Reksa Dana
 

§  Deposito untuk menyimpan dana cadangan karena saldo tidak mungkin berkurang

§  Deposito sekarang berkisar 4-6% dipotong PPh 20% maka jauh dibawah inflasi

§  Aman dengan resiko yang relatif lebih kecil

 

§  Indikasi keuntungan adalah bunga

 

 

§  Keuntungan bisa mencapai 40% pertahun, setidaknya sama dengan hasil dari deposito

 

§  Ada potensi untung dan rugi

 

§  Indikasi keuntungan adalah NAB/ Unit

 

Baik deposito maupun reksa dana sama-sama merupakan jenis investasi yuang terbentuk lewat pengumpulan dana publik, yang oleh pengumpul dana ini kemudian dikelola kembali kedalam efek. Namun keduanya memiliki beberapa perbedaan dalam mekanisme pengelolaannya.

  • Pengelola Dana. Pengelola Deposito dilakukan oleh bank dimana bank dengan sepenuhnya memiliki kewenangan atas investasi dana tersebut, sementara reksa dana oleh 2 pihak yakni manajer investasi dan bank kustodian. Di deposito, dana yang Anda tanamkan oleh bank dicatat di posisi pasiva dan baru setelah disalurkan dalam bentuk kredit dipindah ke sisi aktiva. Dan bank tidak memberikan laporan kemanakah dana yang Anda tanamkan dikelola.
  • Hasil investasi. Dalam deposito hasilnya sudah pasti berupa bunga dengan tingkat yang sudah ditentukan, namun dalam reksa dana belum tentu, ada kemungkinannya untung namun bisa jadi sebaliknya.
  • Bukti Kepemilikan Atas Investasi. Dalam berinvestasi di deposito, bank akan memberikan sertifikat deposito sebagai bukti, sementara di reksa dana bank kustodian akan mengirimkan surat konfirmasi kepemilikan unit penyertaan, setidaknya laporan hasil investasi.
  • Pajak. Yang terakhir adalah pajak, bunga deposito dikenakan pajak sementara reksa dana boleh sedikit tersenyum karena bebas dari pungutan wajib ini.

Menghitung Hasil Deposito

Mengapa kecendrungan deposito kian menurun? Selain makin banyaknya instrumen investasi juga dikarenakan hasil investasi deposito yang rendah. Satu-satunya alasan masyarakat menyimpan uangnya dalam deposito karena tingkat resikonya yang rendah.

Biasanya Anda bisa menanamkan dana dalam jumlah minimal Rp. 10-20 juta dengan tingkat bunga [misalkan] 6% / tahun [biasanya sampai dengan Rp. 50 juta tingkat bunganya sama]. Lalu berapakah bunga yang Anda dapatkan dengan dana sebesar Rp. 20 juta selama 1 tahun?

Rp. 20.000.000 x 6%              = Rp. 1.200.000

Lalu ada beban pajak dari bunga yang Anda dapatkan sebesar 15%, maka

Rp. 1.200.000 x 15%              = Rp. 180.000

Rp. 1.200.000 – 180.000        = Rp. 1.020.000

Dengan perhitungan ini, sebenarnya dapat terlihat bahwa bunga yang Anda dapatkan bukanlah 6%, karena hasilnya masih harus dipotong pajak.

Hasil ini juga masih dibawah laju inflasi, katakan saja misalnya 7%, maka bunga 6% [+pajak] sudah habis. Kenaikan barang di Indonesia dalam 12 tahun terakhir rata-rata 13.35 % er tahun, maka bisa dipastikan secara psikologis matematis maka hasil dari deposito tersebut adalah 0. Malah sebenarnya uang Anda menyusut karena suku bunga [setelah dikurangi pajak] dikurangi inflasi maka hasilnya minus.

Tapi sekali lagi, deposito memang tidak menawarkan hasil investasi berupa nilai intrinsik, tapi lebih pada keamanan dan tingkat resiko yang rendah.

Memilih Bank

Yang Anda lakukan berikutnya adalah memilih bank, hal ini juga penting agar uang yang Anda tanamkan berada ditempat yang tepat.

  • Jangan semata karena tawaran suku bunga tinggi. Jangan terjebak dengan tawaran suku bunga tinggi, apalagi jika yang dijanjikan lebih tinggi dari bunga penjamin atau sama dengan SBI. Kekhawatirannya adalah bank tersebut justru tengah bermasalah atau mengalami kesulitan keuangan.
  • Jangan Karena Faktor Hadiah. Untuk menarik nasabah, bank sering berlomba-lomba menawarkan hadiah, jangan terlalu terpaku pada hal ini karena hadiah dari bank sebenarnya juga dari dana nasabah. 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *