MENU

by • January 15, 2017 • InvestasiComments (0)258

Apakah investasi properti bebas resiko?

 

Properti adalah aset, Andie A Wicaksono dalam bukunya “kiat praktis jual beli properti” mendefinisikan properti sebagai hak untuk memiliki sebidang lahan dan memanfaatkan apa saja yang ada didalamnya sehingga menjadi sebuah aset yang dapat menguntungkan atau merugikan, tergantung cara pemilik mengelolanya.

Dari pengertian ini, maka yang disebut properti bukan hanya tanah dan bangunan saja, namun lahan yang kemudian diolah menjadi sawah atau perkebunan misalnya juga merupakan properti, karena selama ini asosiasi akan properti adalah tanah dan bangunan.

Istilah properti berasal dari kata tenure yang muncul di Inggris  pada masa raja-raja dan kaum bangsawan yang kemudian dikenal dengan istilah real properti, yang merujuk pada usaha yang berkaitan dengan tanah dan segala hal yang dikelola didalamnya. Andie juga menyampaikan bahwa pihak yang memiliki tenah sebenarnya bukanlah orang yang namanya tertera dalam sertifikat, namun justru pemerintah. Hal ini dikarenakan kebijakan pajak yang harus kita bayar berkenaan dengan kepemilikan tanah. Maka logikanya, yang punya lahan sebenarnya adalah pemerintah. Karena itulah tanah tidak pernah benar-benar dapat dimiliki.

Hasil investasi di properti juga memberikan pilihan hasil yang beragam, Anda punya opsi untuk menyewakan, mengolahnya menjadi rumah kos atau lainnya. Karenannya, investasi disektor ini sangat identik dengan pasive income, atau penghasilan yang Anda peroleh tanpa harus melakukan dinamika apa-apa.

Investasi ini juga relatif bebas resiko, namun sekalipun demikian salah investasi disektor ini maka sama saja dengan membuang waktu dan tenaga. Karenanya bijak dan cermatilah lahan yang hendak Anda jadikan calon obyek investasi. Di kota Denpasar misalnya, secara geografis dihipit oleh 2 kabupaten yang berbeda, kabupaten yang satu adalah Tabanan dimana perkembangannya demkian cepat, lebih cepat dari kabupaten yang satu yakni Gianyar. Sehingga harga tanah antara Denpasar dan Gianyar jauh lebih murah ketimbang harga tanah yang lokasinya diantara Denpasar dan Tabanan. Dalam waktu 5 tahun, kenaikannya mungkin hanya berkisar 50 – 80% dari harga semula, namun untuk wilayah Denpasar Tabanan mampu naik 2 kali lipat bahkan lebih. Dipesisir pantai Lebih menuju Gianyar, beberapa petani memiliki sertifikat tanah tapi fisik lahannya sudah tidak ada lagi, karena tergerus abrasi. Siapa bilang properti bebas resiko?

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *