MENU

by • January 15, 2017 • InvestasiComments (0)206

Beda Investasi & Menabung

 

Menabung Investasi
Tidak berorientasi pada tujuan tertentu

Tidak mampu mengiringi laju inflasi

Akan terus berkurang jika disimpan di Bank [jika saldo masih menghasilkan bunga yang lebih kecil dari biaya-biaya pemotongan dari bank]

Lebih aman resiko minimal

 

Berorientasi pada tujuan tertentu

Memiliki opsi hasil investasi yang mampu mengiringi bahkan mengalahkan laju inflasi

Ada resiko yang memungkinkan dana yang ditanamkan berkurang bahkan habis

 

 

Rumusnya : pendapatan = saving / investasi + konsumsi. Kita akan menyingkirkan variabel konsumsi, karena selain tidak membahasnya, juga merupakan opposite dari sifat investasi yang menanamkan dana sementara konsumsi justru membelanjakan –yang kadang sebagian besar biasanya dilakukan untuk pembelanjaan kebutuhan sekunder-. Sebagaimana terlihat, saving ataupun investasi sama-sama merupakan tindakan menyimpan daya beli untuk tujuan jangka panjang. Saya termasuk orang yang gemar menabung, bahkan sudah Saya lakukan sejak sekolah dasar, kebetulan ada sebuah bank yang letaknya tidak jauh dari rumah dan sekolah. Namun sejak beberapa tahun yang lalu, Saya mulai mendirikan usaha dan menjadi praktisi bisnis, kebiasaan menabung masih tetap Saya pertahankan saat itu.

Satu kali Saya membeli beberapa peralatan yakni mesin cuci kapasitas 12 kg untuk usaha Laundry yang baru Saya dirikan dengan harga Rp. 1.800.000. Tidak berselang lama usaha berkembang dan kebutuhan akan peralatan kerja mulai bertambah, hasil usaha yang selama ini Saya tabung akan Saya ambil untuk keperluan ekspansi ini, namun begitu terkejutnya saat kembali ke toko elektronik peralatan usaha yang belum lama ini Saya datangi untuk pembelian sebelumnya. Ternyata sudah terjadi kenaikan harga sebesar 22 %, dimana harga mesin cuci sekarang menjadi Rp. 2.200.000 padahal rentang waktu pembelian pertama dan kedua tidak lama. Tidak percaya, Saya melakukan gerilya ke beberapa suplier elektronik lain, ternyata semuanya sama bahkan ada yang lebih tinggi. Padahal uang yang Saya tabung sebagai hasil dari usaha selama ini jumlahnya tetap bahkan berkurang karena adanya biaya administrasi buku, ATM dsb. Pilihannya, Saya harus menyuntikkan dana tambahan lagi kedalam modal usaha. Setelah itulah kemudian Saya mulai berpikir tentang investasi, dan menyadari bahwa investasi dan menabung adalah 2 hal yang memberikan hasil berbeda.

Memang tabungan lebih aman karena jauh dari variabel resiko, namun disatu sisi inilah yang menjadikan investasi semakin menarik, karena pemodal akan menempatkan prioritas agar dana yang ditanamkan mengalami kenaikan dari waktu kewaktu. Dan dengan banyaknya instrumen invetasi, maka ada opsi untuk mencari investasi yang minim resiko dan bagaimana terhindar dari resiko tersebut. Jika Anda merasa lebih aman menempatkan uang jauh dari resiko, maka teruskanlah menabung tentu saja dengan mencari bank yang bisa menjamin dana Anda tetap aman, namun jika Anda mencoba untuk menelusuri pemahaman investasi lebih jauh, sekaranglah saat yang tepat untuk merubah doktrin menabung pangkal kaya menjadi investasi pangkal kaya. Mungkin invetasi tidak menjamin hasil pangkal kaya, tapi hari gini menabung jelas lebih tidak memungkinkan Anda mejadi kaya karenanya. Kenapa? Karena baik dalam menabung ataupun berinvestasi harus mempertimbangkan ‘pencurian’ yang dilakukan dengan membobol keamanan rekening bank Anda seberapa hebatpun tingkat keamanannya, pencuri itu namanya INFLASI!

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *