MENU

by • January 15, 2017 • Startup JournalComments (0)365

Beda Investasi & Spekulasi

Beberapa orang mengatakan, ada perbedaan antara investasi dan spekulasi, investasi adalah penanaman modal dengan tujuan mendapatkan hasil dari investasinya dalam jangka waktu tertentu yang sudah dipastikan hasilnya, sementara spekulasi adalah aksi menanamkan modal dengan mengandalkan analisa untuk meraih hasil dalam jangka waktu tertentu yang belum tentu memberikan keuntungan. Ada perbedaan volume resiko diantara keduanya. Pendapat ini memang tidak salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. Ketika seseorang memutuskan untuk berinvestasi, maka keputusan itu semestinya sudah didasari oleh segenap kesadaran bahwa ada resiko yang membayangi disetiap rupiah yang ditanamkan. Dalam berinvestasi, selalu ada variabel resiko didalamnya, namun belum tentu tindakan ini merupakan spekulasi. Namun ketika Anda menanamkan dana pada rumah taruhan atas hasil pertandingan sepak bola misalnya, jelas ini buknlah investasi, namun keputusan spekulatif yang belum tentu memberikan keuntungan.

Mari kita awali dengan mendefinisikan apa yang disebut investasi? Desi Anwar dalam kamus bahasa Indonesia modernnya menterjemahkan investasi sebagai Penanaman modal, uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan; jumlah uang atau modal yang ditanam. Jika pengertian ini diklasifikasikan maka investasi dapat dijabarkan kedalam 3 pemahaman berikut :

Penanaman modal, Uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan; Jumlah uang atau modal yang ditanam

Saya setuju dengan penjabaran ini, investasi sebagai penanaman modal merupakan pasiva yang dapat berubah dengan atau tanpa Anda melakukan suatu apapun. Sementara uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek merupakan sisi kas yang sifatnya dinamis. Dan pengertian ketiga penempatan kata uang menjelaskan bahwa modal juga merupakan kas dalam prinsip keseimbangan akuntansi. Secara sederhana, yang disebut penanaman modal bukan berarti uang tunai, misalkan gedung yang Anda serahkan pada seseorang untuk dikelola agar mendapatkan keuntungan. Dan tidak mutlak ditanamkan dalam suatu perusahaan namun juga memungkinkan dalam proyek dengan bentuk yang berbeda, misalnya property.

Berangkat dari definisi inilah pembahasan investasi dan beragam pilihannya akan diawali. Selama ini investasi identik dengan passive income, namun tidak sedikit orang yang justru kehilangan banyak karena tidak memahami prinsip dasar berinvestasi. Proses investasi menunjukkan bagaimana pemodal seharusnya melakukan investasi, karena dalam menentukan kebijakan investasi maka pemodal harus mengetahui tujuan investasinya. Karena beragam pilihan memiliki sisi yang masing-masingnya berbeda bagi setiap pemodal. Menyimpan emas mungkin baik untuk pemodal A, namun belum tentu disukai dan cocok bagi pemodal lainnya.

Dasar dalam manajemen investasi adalah sebuah rumusan yang menempatkan prinsip investasi sama dengan menabung. Dalam teori perencanaan keuangan, idealnya seseorang menabung adalah sebesar 30% dari pendapatannya, maka 70% lainnya adalah konsumsi. Jika Anda memiliki penghasilan Rp. 3 jt, maka 2 jt untuk biaya hidup dan sisanya untuk ditabung, dalam rumus ilmu ekonomi maka diterjemahkan sebagai berikut :

Y = C + I/S

Penghasilan = Konsumsi + Investasi / Saving

Dalam contoh diatas misalnya :

Rp. 3 jt [penghasilan] = Rp. 2 jt [konsumsi] + 1 jt [investasi / menabung]

Namun bagaimana jika penghasilan yang dimiliki seseorang sama / dibawah pengeluran untuk kebutuhan sehari-harinya? Jangankan menabung, untuk tetap menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran pun akan dirasa sulit. Memang besarnya kebutuhan setiap orang berbeda, gaji Rp. 3 juta mungkin terlalu kecil bagi seseorang yang sudah terbiasa menghabiskan 4 juta setiap bulan untuk kebutuhan sekunder, dan sangat besar bagi mereka yang memperoleh penghasilan jauh dibawah angka tersebut.

Lalu dimanakah posisi investasi? Seorang teman punya hobi gonta ganti handphone, apakah kemudian kebiasaannya ini merupakan investasi atau justru konsumsi? Konsumsi bersifat menghabiskan nilai guna suatu produk Hampir semua handphone mengalami penurunan harga dari waktu kewaktu, walaupun memang beberapa tipe ada yang justru semakin mahal. Jika memang harga handphone tersebut sudah diprediksi akan naik dan Anda membelinya karena alasan tersebut, maka Anda tengah berinvestasi, namun karena sebagian besar harga handphone justru turun dari saat pembelian pertamanya, maka Anda yang menggunakan manfaat dari telp tersebut hanya melakukan aktivitas konsumsi.

Investasi tertentu bukanlah proyek jangka pendek, dan sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan mengawalinya dengan investasi jenis ini, namun bentuk investasi lainnya memungkinkan seseorang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *