MENU

by • January 20, 2016 • FestivalComments (0)211

Entrepreneur Festival 2015

Mastering The Game of Money

“Business must be simple. So I can understand, my sister can understand”

(Warren Buffett)

 

Buffett, orang no-2 terkaya di dunia, punya beberapa saran yang menurut saya ‘the best advice’ dalam dunia investing. Saya ikhtisarkan, ada 5 strategi yg secara disiplin dilakukan oleh Warren Buffet selama karirnya.

Pertama katanya, ‘Berinvestasilah di Industri yang Dapat Kita Mengerti”.

Business harus sederhana. “So I can understand, my sister can understand, my mother can understand”.

Dengan pemahaman yang pertama ini, Buffett terhindar dari dot.com bubble. Yaitu ketika saham-saham perusahaan teknologi naik gila-gila-an, dan kemudian crash gila-gila-an juga.

Buffet membatasi investasinya kepada perusahaan-perusahaan yang bisnisnya dapat ia mengerti. Banyak dalam portofolio investasinya adalah perusahaan-perusahaan jadul, perusahaan permen, pabrik sepatu, dan perusahaan penjual karpet.

Saking disiplinnya, ia juga tidak memiliki banyak saham Microsoft. Padahal Bill Gates adalah sahabatnya.

Saya tidak menyesal, tidak membeli Microsoft on early days, demikian katanya. “Because I don’t understand the industry”.

Saran Buffett yang Kedua adalah, Berinvestasilah Kepada Perusahaan Yang Manajemennya Dapat Dipercaya.

Siapa orang-orang dibelakang bisnis yang kita berinvestasi tersebut ? Bagaimana track record-nya. Bagaimana reputasinya selama ini ? Sudah berapa lama ? Bagaimana integritasnya ?

Janji itu  sekuat yang memberi janji. Ada pemilik bisnis yang senang menggoreng-goreng sahamnya. Ada pebisnis yang sering bertengkar dengan partnernya. Semua itu harus put into account, ketika kita menentukan pilihan investasi kita.

Ketiga, Berinvestasilah Kepada perusahaan yang punya Competitive Advantage.

Yaitu perusahaan-perusahaan yang seperti kastil di jaman abad pertengahan. Didirikan di atas bukit tinggi, dikelilingi benteng tinggi, bahkan kadang dikelilingi parit lebar, sehingga musuh tidak gampang-gampang menyerang.

Perusahaan-perusahaan yang seperti ini akan tahan dan dalam jangka panjang akan sangat menguntungkan.

Yang Keempat, Belilah Ketika Harganya sedang Diskon.

“You sell when people are greed, and buy when people are fear”, demikain katanya.

Produk investasi itu harganya ditentukan oleh salah satu factor. Yang market sentimen. Buffet mengistilahkan sentimen market ini namanya Mr. Market. Mr. Market ini moody. Kalau mood-nya sedang bagus, dia menaikkan harga-harga semaunya. Dan sebaliknya jika mood-nya sedang tidak bagus, dia obral. Semuanya didiskon.

Dan kadang kala naik-turunnya harga produk investasi kadang kala bukan dipengarahi oleh untung-rugi perusahaannya, melainkan dipengaruhi oleh Mr. market ini.

Ketika krisis di US tahun 2008 lalu, harga saham di Indonesia ikut-ikutan jatuh. Apa hubungannya saham BRI dengan krisis di Amrik sana. Apakah BRI punya portofolio bisnis yang besar di US sana ? Sehingga bisnisnya akah terpengaruh secara signifikan atas merosotnya perekonomian di Amerika ?

Kalau tidak, kenapa harganya merosot jauh ?

Ketika itu, Mr. Market versi Warren Buffett sedang jelek mood-nya, jadi barang-barang baguspun ikut-ikutan diobral. Nah, ini waktunya buat membeli lebih banyak.

Kelima, Berinvestasilah Dengan Horison Jangka Panjang.

“My fav time to keep the stock, is forever,” demikian kata Mr. Buffett.

Kalau pilihan investasi kita sudah melalui screening 1 sampai 4 kriteria tadi, yaitu perusahaannya kita mengerti, orangnya dapat kita percaya, punya kelebihan dibandingkan bisnis di  industri sejenis, dan belinya ketika murah, “why on earth, I sell ?” lanjut Warren.

Dalam dunia keuangan, ada satu istilah magic. Yaitu compounding. Ketika return/hasil/yield/bunga suatu produk investasi kita re-investasikan kembali, maka kita pokok investasi kita menjadi bertambah. Dan hasilnya tentu lebih banyak (karena dari pokok yang bertambah). Dan jika hasil yang bertambah banyak itu kita re-investasikan kembali, hasilnya bertambah banyak lagi. Demikian seterusnya.

Inila materi utama yang dibahas dalam ajang Entrepreneur Festival 2015, yang dibawakan oleh Alex P Chandra dan Financial Planner Safir Senduk pada tahun 2015 lalu.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *