MENU

by • January 15, 2017 • Startup JournalComments (0)279

Instrumen Penunjang Pembayaran Gaji

Selain instrumen utama dalam penggajian, seperti gaji pokok, instentif dan uang makan / transpor, ada beberapa tambahan yang bisa Anda berikan kepada karyawan. Disini Saya sarankan Anda untuk memberikannya dalam bentuk bonus. Karena bonus bersifat tidak mutlak, maka perusahaan tidak wajib untuk memberikan bonus, namun semuanya bergantung pada perjanjian awal antara perusahaan dengan karyawan, jika memang telah ditentukan untuk diberikan maka lakukan sesuai dengan perjanjian. Saran Saya, selalu upayakan untuk memberikan bonus sebagai tambahan kepada karyawan, ini sangat penting untuk membantu menstimulasi karyawan untuk meningkatkan kinerja mereka.

  1. Bonus Produktifitas.

Anda bisa menentukan standar kinerja karyawan selama 1 bulan, buatlah 3 atau 4 klasifikasi kerja. Misalnya A untuk karyawan yang memiliki kinerja paling baik, B untuk karyawan yang kinerjanya biasa-biasa saja dan C untuk karyawan yang kinerjanya paling buruk. Tolak ukur kinerja bisa Anda buat dengan bertolak ukur pada tingkat kerajinan, kehadiran, produktif dalam memanfaatkan waktu dan jarang membuat kesalahan. Jika Anda menilai karyawan tersebut pantas untuk mendapat nilai A, maka besaran bonus yang Anda berikan paling besar, namun jika C tentu saja yang paling sedikit. Beberapa variabel tolak ukur tentu saja bersifat subyektif, karena itulah tambahan upah/gaji ini diberikan dalam bentuk bonus.

  1. Bonus Target

Bonus ini tidaklah sefleksibel bonus produktifitas. Bentuk pemberian umumnya bertolak ukur pada omzet. Misalnya jika target omzet menembus angka Rp. 15 jt sebulan, maka karyawan akan memperoleh bonus target dengan besaran yang sudah ditentukan sebelumnya. Karyawan mana saja yang berhak atas bonus target dan berapa besarnya per masing-masing orang bisa Anda tentukan sendiri. Bahkan tolak ukur targetnya pun bisa dibuat berbeda, misalnya bonus karyawan bagian delivery mengikuti omzet dari pembelian dengan delivery service, semakin banyak order melalui delivery, maka semakin besar bonus targetnya. Dan bagian yang lain tidak berhak atas bonus delivery, namun mungkin mereka mendapat bonus target lain yang bisa ditentukan sejak awal. 

  1. Bonus hari raya

Bonus ini berbeda dengan tunjangan hari raya yang memang sudah diatur dalam UU tenaga kerja. Bonus ini dibuat jika memang perusahaan belum sanggup memberikan tunjangan, maka hal ini harus dipertegas sebelum karyawan tersebut bergabung. Sehingga sekalipun perusahaan belum mampu memberikan tunjangan, namun pada hari raya setidaknya Anda bisa memberikan sesuatu sebagai tambahan. Ini tentu sangat berharga bagi mereka. 

  1. Bonus tahunan

Biasanya pada tutup tahun juga merupakan tutup periode laporan akuntansi. Jika memang selama satu tahun tersebut perusahaan bergerak dan tumbuh sesuai dengan rencana, maka ini tentu saja merupakan keberhasilan bersama, bukan hanya Anda. Maka tidak ada salahnya jika Anda bisa memberikan tambahan kepada karyawan dengan besaran yang disesuaikan dengan kemampuan usaha Anda 

  1. Bonus lain-lain

Untuk yang ini bisa Anda tentukan sendiri berdasar varian pelayanan yang Anda berikan dalam unit usaha Anda. Misalnya Anda membuka fitness centre, dimana didalamnya juga melayani penjualan suplemen atau susu khusus untuk olahragawan. Maka ini bisa dijadikan bonus, misalnya bonus penjualan produk suplemen, atau bonus member baru. Sehingga semakin banyak ada penjualan produk suplemen atau member baru dalam fitness centre yang Anda miliki maka semakin besar bonus yang diterima karyawan untuk bonus-bonus tersebut. Sehingga mereka pun kian semangat untuk merekrut member baru dan menjual suplemennya. Bonus mereka besar dan Anda pun untung.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *