MENU

by • September 4, 2012 • InterviewComments (0)68

Interview Denny Santoso

April tahun lalu, situs ini dikunjungi oleh pengguna rata-rata 18 menit dengan page views rata-rata 426.000 per bulan, di bulan Septembernya, situs ini di launching dalam acara Olypia Weekend 2011 di Las Vegas Nevada. Hingga saat ini sejak diluncurkan ke publik, telah memiliki lebih dari 18.000 member. Inilah gambaran dari sebuah situs social media karya lokal bernama SixReps, yang saat ini tengah dikembangkan di Amerika. Start up yang sulit dipungkiri sebagai salah satu yang tersukses di awal era digital saat ini khususnya di Indonesia.

Berbeda dengan kebanyakan social media yang membidik segmentasi komunitas pertemanan pada umumnya, maka SixReps justru membidik celah sempit, dengan segmen khusus penggemar olah raga fitness. Salah satu foundernya adalah Denny Santoso, pria yang kemudian dinobatkan sebagai CEO of The Year at DailySocial.net 2011 ini menerapkan strategi untuk membuat jejaring sosial yang niche.

Namun menariknya, sekalipun gerakan start up ini gencar didunia maya, namun aplikasi penetrasi pemasarannya juga perkasa di dunia nyata [offline]. SixReps bekerja sama dengan Ultimate Nutrition Indonesia (dimana Denny Santoso menjadi CEO diperusahaan ini) dan menggelar Ultimate Body Contest Roadshow dan diselenggarakan di 13 kota besar di Indonesia pada bulan Mei tahun lalu. Status member di SixReps sendiri kemudian menjadi tanda pengenal bagi peserta yang mau melakukan registrasi di lokasi acara. Selain itu, Ultimate juga menjadi sponsor beberapa atlet binaraga.

“SixReps Passport adalah sebuah KTP Netizen yang nantinya akan berlaku international setelah proses joint venture dengan Ultimate Nutrition, Inc selesai. Passport ini bisa di print dan dibawa ke berbagai partner SixReps untuk mendapatkan manfaat tertentu,” ungkap Denny memaparkan programnya.

Selain SixReps, Denny pun mendirikan DuniaFitness.com dan Sportindo.com dimana secara berkala pria yang juga terpilih sebagai satu dari 22 Men We Love [Nov 2011] HERWORLD dan YWN100 Marketeers 2011 aktif memberikan tips dan insight berharga seputar fitness. Semua aktivitas inilah yang kemudian menjadi bagian dari proses branding yang sukses membawa SixReps ke posisi saat ini dengan sejumlah prestasi. Ditemui menjelang acara arisan Lestari di Sector Bar Sanur, Denny memaparkan pengalamannya, berikut petikan wawancara yang semoga bisa menjadi inspirasi bagi para start up lainnya untuk meraih kesuksesan yang sama.

Ceritakan soal SixReps, social media yang Anda dirikan dan mendapat apresiasi bahkan hingga atensi dunia internasional?

SixReps.com adalah sebuah situs jejaring social mirip dengan Friendster atau Facebook tetapi penggunanya adalah para penggiat Fitness. Para member SixReps.com berdiskusi seputar masalah kesehatan, olahraga, diet yang benar, pembentukan badan dan sebagainya. SixReps.com tidak hanya seperti situs jejaring social yang lain tetapi mengintegrasikan banyak sekali modul2 baru seperti upload foto perubahan tubuh, pencatatan statistik tinggi, berat badan, lingkar pinggang, jumlah lemak, dsb. SixReps juga memiliki database gerakan-gerakan latihan untuk tubuh kita.

Mengapa Anda memilih social network?

Saya sudah memiliki ide mengenai social network untuk fitness di tahun 2006, dan sempat bikin tetapi susah sekali mendapatkan user. Dan Saya dari dulu sudah tertarik dengan yang namanya community marketing. Menurut saya komunitas dengan 1 visi dan minat yang sama terhadap satu subyek akan sangat powerful dan apabila saya bisa membuat sebuah komunitas yang kuat maka selanjutnya proses marketing akan lebih mudah. Pada tahun 2006 itu saya membuat sebuah komunitas online, bernama LIVE, dengan harapan akan adanya LIVE interaction antar para penggunanya seputar fitness. Tetapi saat itu sepertinya moment di Indonesia kurang tepat. Karena di Indonesia tahun 2006 itu belum marak facebook, bahkan twitter juga belum ada. Pengguna internet belum sebesar sekarang dan penggunaan social network juga belum seperti hari ini. Facebook dan Twitter baru ramai di Indonesia setelah tahun 2007-2008. Sehingga akhirnya saya tutup karena tidak ada progress. Tahun 2011 kemarin saya buat baru dengan team in house.

Lalu bagaimana awalnya memiliki ide untuk mendirikan SixReps?

Saya ketemu dengan Sanny [Sanny adalah rekan Denny yang juga founder SixReps] ketika acara StartupLokal Storm. Saya mempresentasikan kepada Sanny termasuk Mock Up website dari SixReps.com yang saya buat menggunakan photoshop karena websitenya sendiri belum ada. Kelihatannya pada waktu itu Sanny melihat peluang yang sangat besar dan keesokan harinya, Sanny mengatakan ingin menjadi partner saya sebagai CTO SixReps. Menurut saya, ketika kita bisa membuat sebuah komunitas yang solid dengan segmen market tertentu maka ide-ide yang dilempar ke dalam komunitas tersebut akan berkembang sendiri tanpa perlu banyak campur tangan dari pemilik ide. Begitu juga dengan edukasi pasar. Dalam memperkenalkan produk ke pasar, biasanya brand harus mengedukasi pasar dengan budget yang tinggi. Dengan komunitas yang tepat, kita hanya perlu memperkenalkan sebuah produk, mengedukasi beberapa orang kunci, dan biarkan semuanya menggelinding seperti bola salju.

SixReps di luncurkan di Nevada, mengapa?

SixReps tidak diluncurkan di Nevada, Las Vegas. Tetapi hanya perkenalan saja di acara binaraga terbesar, Mr Olympia (www.mrolympia.com) untuk mencoba mendapatkan feedback dari market US.

Berapa modal awal mendirikan SixReps dan berapa omzet social media tersebut saat pertama kali beroperasi diperiode awal?

Saat ini prioritas kami adalah di User Acquisition jadi belum dimonetize dulu meskipun ada beberapa pihak yang sudah menanyakan untuk memasang iklan di SixReps.com. Prioritasnya adalah User Experience terlebih dahulu.

Tidak banyak startup yang sukses di tanah air, apa yang membuat Denny berhasil dengan SixReps nya?

Menurut saya, kunci keberhasilan sebuah bisnis adalah di eksekusi dan networkingnya. Saya memiliki cukup banyak koneksi yang berpotensi untuk mengembangkan bisnis saya, dan itu adalah satu keuntungan yang cukup membantu perkembangan startup saya. Dan SixReps sendiri dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar fitness, untuk para fitness mania supaya bisa sharing, memasang foto perubahan badan mereka, bertanya dengan orang-orang yang sukses. SixReps juga bekerja sama dengan banyak tempat fitness untuk memberikan benefit lebih kepada membernya, seperti adanya Free Trial untuk nge-gym digym partner. Anggota SixReps menggunakan SixReps untuk berbagi informasi seputar diet dan fitnessnya, sharing cerita pribadi seputar penurunan berat badannya. Mereka bisa meminta komentar dan saran dari member yang sudah berhasil. Banyak sekali yang tidak puas terhadap bentuk tubuhnya, dan itu sudah fenomena yang luar biasa sekali. Seluruh dunia mengalami hal tersebut. Itulah sebabnya saya membuat SixReps.com ini.

Bagaimana Anda mengawalinya, dan apa yang membuat bisnis ini bertahan dan tumbuh?
My passion is my startup, passion saya dari awal adalah business. Sejak masih SMA, saya suka bermain games, dan melihat peluang untuk berjualan CD games pada saat itu. Profit satu games hanya sebesar Rp. 1.000 atau 2.000 rupiah saja. Berhasil mendapatkan 20,000 dalam 1 bulan sudah sangat menyenangkan sekali buat saya. Dan itu berkembang sampai ketika saya menyukai fitness dan menjual suplemen fitness. Saya menyukai keduanya. Latar belakang pendidikan saya adalah IT sehingga komputer, teknologi, gadget merupakan hal favorit saya sejak dulu.

Dan saat ini Anda menggabungkan ketiga hal tersebut sebagai model bisnisnya?

Startup saya merupakan penggabungan dari ketiga hal tersebut, business, fitness atau kesehatan dan teknologi. Saya menyukai setiap moment perkembangannya. Saya mendesain seluruh kerangka alurnya menggunakan mind map di iPad saya. Dan model business dari sebuah situs jejaring social sangat banyak, bisa dimulai dengan iklan, karena visitor dari sebuah social network biasanya cukup tinggi dan waktu stay di dalam website cukup lama. SixReps juga bekerja sama dengan partner untuk mengadakan pelatihan Personal Trainer dimana ini juga merupakan channel income dari SixReps.

Salah satu modul yang saat ini sedang dikerjakan adalah Gym Membership, dimana member SixReps bisa mendaftar sebagai anggota di gym partner SixReps melalui website SixReps dan mendapatkan discount yang lebih besar dibandingkan dengan mendaftar langsung, sementara SixReps sendiri akan mendapatkan Recurring income selama member tersebut masih menjadi member di Gym yang bersangkutan. Buat gym itu sendiri, hal ini menjadi keuntungan tersendiri karena dibantu oleh SixReps yang member-nya sangat banyak untuk mencari member dengan biaya yang relatif sangat kecil. Itu beberapa revenue model dari SixReps.com saat ini.

SixReps mendapat tawaran dari berbagai pihak, bagaimana Anda melihat ini?

Pada bulan-bulan kedua SixReps.com berdiri, saya sudah mendapatkan tawaran investasi dari beberapa orang. Tetapi saat itu saya tidak berminat untuk mendapatkan investasi berupa uang, karena kalaupun saya mendapatkan banyak uang cash, terus setelah itu uangnya mau dibuat apa? Jadi waktu itu semua tawaran saya tolak. Seiring berjalannya waktu, ada seorang investor yang menarik di mata saya yang menawarkan bantuannya, mereka mengontak saya dan menyuruh saya untuk segera berangkat ke US karena mereka sangat tertarik dengan SixReps.com. Sebelumnya saya cuma sering ngobrol-ngobrol saja mengenai rencana pembuatan SixReps.com secara ringan. Nampaknya proses tersebut memberikan ide kepada mereka, dan setelah melakukan survey pasar yang luas di beberapa Negara, mereka tertarik untuk melakukan joint-venture dengan SixReps.com.

Apa keuntungan Anda sebagai pebisnis dengan kerjasama ini?

Benefit yang saya lihat dari investor ini adalah akses terhadap market, jaringan mereka di lebih dari 140 negara. Saya melihat bagaimana mereka mempresentasikan rencananya untuk mendapatkan 50 juta members untuk SixReps dalam waktu singkat dengan budget yang ‘wajar’ menurut saya meskipun nilainya sangat tinggi sekali di benak saya. Kepala saya langsung mengkalkulasi saat itu juga, bahwa apabila ada investor lain yang memberi saya uang sebesar itu, saya sendiri juga akan bingung bagaimana mengeksekusi rencana expansinya. Kalau saya tolak tawaran ini dan berusaha menggunakan budget saya sendiri, butuh berapa tahun untuk bisa melakukan ekspansi seperti ini, terlalu lama, momentum hilang. Jadi setelah berpikir dengan cepat, akhirnya hari itu juga saya mengambil deal tersebut.

Anda juga mendirikan PT Jaya Sportindo, ceritakan soal perusahaan tersebut dan bagaimana Anda mengelolanya ditengah kesibukan di SixReps?

Saya bekerja sebagai Founder dan CEO PT Jaya Sportindo, sebuah perusahaan distributor suplemen fitness merk Ultimate Nutrition dari Amerika. Jadi saat ini saya membagi waktu saya antara Sportindo dan SixReps.com. Belakangan ini SixReps.com lebih menyita banyak waktu saya karena perusahaan yang baru harus dibina lebih serius. SixReps.com berkembang begitu cepat sehingga banyak sekali tawaran kerjasama yang masuk dan dibahas.

Apa yang dilakukan untuk mensosialisasikan SixReps sehingga bertumbuh dengan cepat?

Pada tahun 2011 lalu, kami melalui Ultimate Nutrition mengadakan Ultimate Body Contest RoadShow sebanyak 14x pertandingan di 13 Kota besar Indonesia, syarat peserta adalah membawa SixReps passport. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan gaung dari SixReps.com itu sendiri. Saya sendiri sangat aktif di social media seperti facebook dan twitter. Saya memiliki 54.291 fans lebih di akun facebook saya dan 275.215 lebih followers di twitter saya. Saya juga memiliki sebuah newsletter di www.panduandiet.com dimana anggotanya sudah 40 rb lebih, ini semua adalah modal awal saya untuk memperkenalkan SixReps.com ke banyak orang.

SixReps bahkan di review oleh Daily Social, apa perasaan mas Denny soal ini?

Tentunya cukup bangga bahwa SixReps bisa diliput di berbagai media, sampai Singapore dan negara-negara lain juga sempat meliputnya.

Selain SixReps, kedepan ada ide lain untuk business dengan main service serupa?

Saya sedang menyiapkan sebuah project baru, sebuah photo sharing platform. Detailnya nanti deh kalau memang sudah diluncurkan

Selain SixReps, ada web StartupBusiness.com yang dulunya dikembangkan mas Denny, mengapa sekarang tidak lagi?

StartupBisnis.com memang saya kembangkan untuk membantu penggiat startup belajar dari banyak sharing startup yang sudah sukses sebelumnya. Saya tidak aktif lagi sebagai CEO, tetapi saya masih membantu StartupBisnis koq.

Ceritakan soal program yang rencananya tayang di MNC ?

Untuk MNC, saya belum bisa discuss detailnya seperti apa, karena saat ini konsepnya masih sedang dalam pembahasan, baru minggu depan kami ada meeting lagi soal ini.

Anda sendiri sudah berkarir selama 13 tahun khususnya yang berkaitan dengan fitness, sebelum adanya social media, bagaimana Anda memulai?

Awalnya hanya word of mouth, namun kemudian saya menerbitkan buku, dari sanalah personal brand saya mulai dikenal.

Siapa tokoh yang menjadi role model atau yang menginspirasi Anda?

Saya sangat suka quote dari Donald Trump yang mengatakan ‘Everything is Negotiable’, karena menurut saya itu sangat benar sekali. Kalau Anda mendapatkan tolakan, artinya cara Anda bernegosiasi belumlah tepat. Anda harus mencari cara lain, bukannya malah mundur karena semua orang pasti menginginkan sesuatu dalam hidupnya. Kalau kita bisa membaca itu, maka kita akan bisa bernegosiasi dengan lebih baik. Tokoh kedua jelas adalah Mark Zuckerberg dimana dia sangat berdedikasi tinggi terhadap karyanya. Visinya ke depan sangat kuat. Kita berdua sama-sama bermain di Social Network juga.

Apa tips Anda untuk para Start Up di Indonesia?

Mereka sebaiknya mengetahui dengan baik, target marketnya, siapa yg akan menggunakan produk kita. Jadi kita bisa menawarkan solusi yang tepat bagi target market yg kita tuju. Mungkin beberapa orang berpikir bahwa membuat sebuah startup perlu motivasi yang kuat, dan banyak hal yang perlu dievaluasi. Saya sendiri, memiliki motivasi yang sangat kuat dalam diri saya bahwa saya harus terus maju. Saya membuat, mewujudkan, dan take action terhadap semua ide yang datang kepada saya. Di saat ide itu muncul, saya akan menganalisanya, pro kontranya seperti apa, prospek kedepannya seperti apa, apakah pasar siap menerimanya.

Jangan pernah ragu untuk memperkenalkan Startup Anda kepada banyak orang. Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Mungkin beberapa orang ada yang takut bahwa idenya akan dicuri. Buat saya pribadi, itu mungkin saja terjadi, tetapi dalam kasus SixReps.com, saya tidak pernah berpikir ide saya akan dengan mudah dicuri karena eksekusi sebuah ide akan jauh lebih sulit daripada ide itu sendiri. Saya memiliki koneksi ke lebih dari 1000 tempat fitness di Indonesia, karena saya sendiri adalah seorang penulis buku DIET, Rahasia DIET 1 & 2 yang bisa dilihat melalui www.BukuRahasiaDiet.com. SixReps.com juga memiliki database gerakan latihan-latihan fitness yang lengkap yang saya buat sendiri satu per satu. Akan sangat sulit untuk sekedar mencuri ide, karena banyak sekali yang harus dikerjakan mereka kalau misalnya memang melakukan hal tersebut.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *