MENU

by • December 30, 2012 • Startup JournalComments (0)212

Interview With Merry Riana

Mimpi Sejuta Dolar

Diungsikan oleh orang tuanya karena kerusuhan Mei 1998, dengan bekal 10 dollar perminggu yang ha-nya cukup untuk roti atau mie instan, bahkan harus berpuasa. Sampai hutang ke pemerintah Singapura untuk biaya kuliah dan hidup sehari-hari. Terpuruk sampai merasa Tuhan tidak adil padanya. Namun saat usianya 26 tahun, wanita ini justru berhasil membukukan penghasilan satu juta dolar dinegeri orang. Siapa milliarder muda ini?

Namanya Merry Riana, wanita asli Indonesia yang merupakan Sarjana Teknik Elektro di Nanyang Technological University, Singapura. Wanita yang lahir tanggal 29 Mei 1980 ini awalnya hanyalah seorang wanita biasa dari keluarga yang sederhana, dan harus “terdampar” di negara orang akibat kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada tahun 1998. Saat itu Orang tua Merry memutuskan untuk memindahkan Merry ke Singapura agar Merry selamat dari kerusuhan. Keputusan orang tua Merry itu membuat impiannya melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti batal terlaksana. Namun keputusan spontan orang tua Merry tersebut membuatnya tidak mempunyai bekal yang cukup untuk melanjutkan kuliahnya. Merry bahkan sempat gagal tes bahasa Inggris di Universitas barunya. Selain itu Merry juga tidak mempunyai persediaan uang yang cukup selama kuliah, hal itu membuat Merry meminjam uang sebesar 40.000 dollar kepada pemerintahan Singapura untuk biaya kuliah dan hidup kesehariannya. Namun segala keterbatasan itulah yang membuat Merry yang saat itu masih berumur 20 tahun mendapat semangat baru untuk memperbaiki hidupnya. Merry muda berjanji akan mencapai kebebasan finansialnya sebelum berusia 30 tahun. Bagaimana wanita ini mewujudkan mimpinya, ia menceritakan kisahnya ketika saya menemuinya untuk wawancara majalah Money&I.

Ceritakan, bagaimana awalnya hingga bisa meraih 1 juta dolar di usia 26 tahun?
Sukses tidak datang dengan mudah untuk saya. Lahir di Jakarta, saya terpaksa merantau ke Singa-pura tahun 1998, untuk melanjutkan pendidikan di Nanyang Technological University (NTU), dan untuk mengungsi dari Indonesia yang sedang dilanda krisis moneter dan kerusuhan pada saat itu. Saya hanya berbekal seadanya, dengan sejumlah uang yang sangat terbatas, pada saat pertama kalinya sampai di Singapura. Untuk memenuhi biaya hidup dan kuliah, saya terpaksa harus berutang pada pemerintah Singapura. Tetapi, ternyata itu pun tidak cukup, dan saya harus berjuang melalui masa-masa kuliah dengan keadaan ekonomi yang sangat memprihatinkan. Untuk menghemat, saya menjalani hari-hari dengan standard kehidupan yang sangat sederhana. Saya harus membiasakan diri untuk makan hanya roti tawar, mi instan, dan terkadang bahkan terpaksa untuk tidak makan, karena keadaan keuangan yang tidak mendukung. Di tengah-tengah perjuangan untuk kuliah di NTU, yang terkenal de-ngan standard pendidikan dan disiplinnya yang sangat tinggi, saya masih harus bekerja part-time sebagai seorang pembagi brosur di jalan, staf di toko bunga, dan pelayan restoran di hotel. Ketika lulus, saya sadar bahwa utang pada pemerintah Singapura sudah mencapai 40 ribu dolar, atau sekitar 300 juta rupiah. Bertujuan membayar utang-utang dan mencapai mimpi untuk me-raih kebebasan finansial, saya mengambil sebuah keputusan ekstrem untuk menjadi seorang entrepreneur.

Modal apa yang saat itu dimiliki?
Saya tidak memiliki modal, koneksi, dan keahlian apapun. Namun dengan attitude yang positif, ketekunan, dan kerja keras yang luar biasa, saya akhirnya berhasil membayar lunas semua utang dalam waktu 6 bulan dan mencapai kebebasan finansial 4 tahun setelah kelulusan.

Kesadaran masyarakat Indonesia jauh berbeda dengan di Singapura, misalkan soal asu-ransi, apakah ini tantangan tersendiri?
Jumlah penduduk di Singapura sekitar 5 juta jiwa, yang sebenarnya tidak sampai 3% dari penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 230 juta jiwa. Artinya, kalau kita hanya melihat 3% lapisan teratas penduduk Indonesia saja, kita sudah bisa mendapatkan orang-orang yang mempunyai tingkat kesadaran tinggi akan pentingnya asu-ransi, investasi dan menabung, sama seperti di Singapura.

Bagaimana melakukan penetrasi untuk pasar di Indonesia?
Penetrasi pasar di Indonesia mungkin tidak harus berbeda secara drastis dari cara penetrasi pasar di Singapura. Tapi, mungkin yang perlu ditargetkan secara khusus adalah kelompok 3%-5% teratas, kalau ingin mencari orang-orang yang sudah sadar akan pentingnya melakukan perencanaan keuangan sejak dini.Walaupun demikian, ini bukan berarti bahwa kita bisa begitu saja mengabaikan kelompok yang mayoritas 95%. Dengan berjalannya waktu, akan semakin banyak juga masyarakat Indonesia yang tingkat edukasi dan kemampuan finansialnya meningkat pesat.

Saya dengar saat ini mendirikan Marry Riana Organization, apa visi organisasi tersebut?
MRO (Merry Riana Organization) adalah perusahaan saya yang pertama. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa keuangan. Yang kami promosikan dan pasarkan adalah produk-produk keuangan, misalnya investasi, asuransi, tabungan / deposit, kartu kredit, dsb. Awalnya, hanya saya dan suami sayalah anggota dari MRO ini. Setelah kerja sangat keras selama 1,5 tahun, 14 jam sehari, 7 hari seminggu, barulah kami bisa mulai mempekerjakan staff lain untuk membantu kami mengembangkan bisnis tersebut.

Sudah adakah kantornya di Indonesia?
Pada saat ini, MRO beroperasi di Singapura dan memiliki 40 full-time staff. MRO memiliki lebih dari 10,000 klien yang sebagian besar adalah warga negara Singapura itu sendiri. Ada juga klien-klien kami dari negara-negara sekitarnya, seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Myanmar, bahkan China dan India.

Sebelum ke Singapura, apakah sudah bercita-cita menjadi seperti sekarang ini atau bermimpi mencapai apa yang diraih sekarang?
Sebelum ke Singapura, saya tidak pernah berpikir jauh akan jadi seperti apa ketika saya dewasa nantinya. Saya merasa masih sangat muda saat itu dan belum mulai berpikir akan masa depan saya. Saya mulai berangan-angan mengenai masa depan ketika sedang kuliah. Saya sadar bahwa saya sudah hampir berumur 20 tahun dan orang tua saya sudah berada di usia 50-an. Melihat bagaimana mereka masih harus bekerja keras untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, me-nyimpan uang yang cukup untuk hari tua mereka, membuat saya berpikir. Jika saya sukses suatu hari nanti, saya ingin sukses ketika masih muda, sebelum ulang tahun ke-30, bukan ketika saya berumur 40-50 tahun. Dengan begitu, saya bisa mengajak mereka menikmati makanan terbaik, bertamasya ke luar negeri, dan menjalani hidup sepenuhnya. Jika saya baru mencapai sukses ketika berumur 40, orangtua saya sudah berumur 70 tahun. Mereka akan sangat terbatasi oleh kesehatan dan umur tua. Mungkin juga tidak banyak lagi waktu berharga yang saya bisa nikmati bersama mereka. Sementara saya secara pribadi mungkin memiliki waktu untuk mencapai kesuksesan di kemudian hari, pertanyaannya adalah bagaimana dengan mereka?

Anda sungguh memiliki visi! By the way, ada rencana kembali ke Indonesia untuk berdomisili disini, atau akan tetap stay di Singapura?
Tahun ini, sebuah keputusan besar telah saya buat sebagai ekspresi nyata dari semangat saya untuk terus menyebarkan kebaikan. Saya dan keluarga akan lebih banyak tinggal di Indonesia dan berkarya di negeri saya tercinta. Saya akan mengembangkan kesempatan untuk sebanyak mungkin bisa berbicara di hadapan kawula muda dan mendorong mereka untuk meraih sukses sejak muda. Saya juga tengah menggodok beberapa rencana saya untuk bisa berkarya di Indonesia. Saya berbahagia karena ada begitu banyak orang dan institusi yang bersedia membantu saya, be-kerja sama untuk menciptakan hal-hal yang baik. Semoga rencana positif untuk berkarya di Indonesia akan terus terbina dan mewujud menjadi se-suatu yang bermakna. Dalam setiap seminar yang saya gelar di Indonesia, saya memiliki kebiasaan untuk memulai dan mengakhiri seminar dengan meneriakkan yel-yel, “Indonesia, Majulah!” Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Saya ingin peserta merasakan getaran cinta pada negeri selama mengikuti seminar saya. Segala yang kita lakukan sesungguhnya sangat berpengaruh pada kejayaan bangsa ini. Disadari atau tidak, kita adalah elemen kecil yang saling terkait dan akhirnya membentuk kewibawaan bangsa di mata internasional.

Yes, I agree, So.. Siapa yang memberikan pe-ngaruh hingga menekuni bisnis yang digeluti saat ini?
Alasan utama saya menjadi seorang motivator adalah karena hasrat saya untuk membantu orang lain untuk mencapai keberhasilan mereka. Berdasarkan pengalaman saya sendiri, saya tahu bahwa ada orang lain yang mungkin sedang melalui apa yang saya pernah alami. Mereka ingin mencapai keberhasilan, memberikan kehidupan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri, orang tua mereka dan keluarga mereka tetapi mereka tidak tahu bagaimana melakukan hal itu. Sayangnya, tanpa petunjuk dan bimbingan, banyak dari mereka yang mungkin hanya akan menyerah karena mereka tidak tahu bagaimana caranya mencapai mimpi tersebut atau berpikir bahwa itu tidaklah mungkin bagi mereka. Saya ingin menggunakan cerita hidup saya untuk menyentuh hati mereka dan menunjukkan kepada mereka bahwa segalanya adalah mungkin dan juga untuk mempersiapkan mereka menjadi pemimpin-pemimpin masa depan.

Pernahkah mengalami kegagalan dalam bisnis, respon apa yang Anda lakukan untuk mengantisipasi hal tersebut?
Saya sangat sering mengalami kegagalan dalam bisnis. Di awal perjalanan wirausaha saya, beberapa kali saya kehilangan uang tabungan saya karena berbagai alasan. Saya pernah ditipu orang dalam urusan bisnis, saya juga pernah kehilangan puluhan juta rupiah karena bermain saham. Respon saya setiap kali mengalami kegagalan adalah mengingatkan diri sendiri bahwa untuk menikmati sebuah kesuksesan, saya harus bersedia mengalami ba-nyak kegagalan. Lagipula, sebenarnya kegagalan itu adalah pelajaran berharga untuk menjadi lebih baik ke depannya.

Apa yang saat ini belum tercapai, baik dalam hal karir, keluarga atau lainnya?
Resolusi saya adalah untuk menciptakan dampak positif di dalam kehidupan paling sedikit 1 juta orang, terutama di Indonesia. Saya berkomitmen untuk mencapai resolusi ini dalam waktu 10 tahun, sebelum saya berusia 40.

Selain lewat organisasi MRO, apa yang ingin dilakukan untuk mencapai itu?
Maka dari itu, saya sangat bersyukur kalau sekarang ini saya bisa membuat impian saya tersebut menjadi kenyataan dengan menjadi seorang motivator. Walaupun belum mempunyai show sendiri di TV yang bisa menjangkau jutaan penonton, tetapi setidaknya melalui buku dan seminar saya sudah bisa menjangkau puluhan ribu peserta. Kalau suatu hari saya sampai bisa memiliki TV Show sendiri, apalagi yang sangat sukses dan inspiratif dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, maka itu adalah benar-benar merupakan berkat Tuhan bagi saya. Sekarang, inilah mimpi sejuta dolar saya.

Wow.. awesome! Lalu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di Indonesia agar mereka melek financial, ditengah budaya konsumtif yang semakin menjadi-jadi?
Dalam hal ini saya punya prinsip, pay now play later, dan bukan sebaliknya. Lebih baik saya bersusah-susah dahulu untuk merasakan kesenangan kemudian. Daripada saya menghabiskan masa muda untuk bersenang-senang namun saya dihadang kesusahan di hari tua.

Setuju, terakhir, bagi tips sukses dari Anda?
Hasrat saya adalah untuk membantu orang mencapai impian dan tujuan pribadi mereka dan saya merasa sangat senang karena hal ini sudah menjadi pekerjaan utama saya sehari-harinya. Ketika orang-orang bertanya kepada saya bagaimana saya telah berhasil sampai sejauh ini dari keadaan menyedihkan saat baru saja lulus dari Universitas, saya memberitahu mereka tentang formula suk-ses pribadi saya yang utama yakni Vision-Action-Passion.

Vision, Action & Passion?
Betul, pada dasarnya ini adalah proses tiga langkah yang dimulai dengan memiliki Visi, yang adalah untuk mengetahui apakah tujuan-tujuan Anda. Berikutnya, Anda akan harus berkomitmen untuk mengambil Tindakan yang akan membawa anda lebih dekat dengan tercapainya Visi tersebut. Akhirnya, Anda harus memiliki Hasrat untuk menikmati seluruh prosesnya meskipun banyak rintangan dan kegagalan yang akan Anda alami. Ketiga langkah ini, ditambah dengan kerja keras, telah memungkinkan saya untuk mencapai impian dan keberhasilan saya hari ini.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *