MENU

by • January 15, 2017 • InvestasiComments (0)226

Investasi di Pasar Modal

Jika melihat dari sejarahnya, negara-negara berkembang memang relatif baru mengenal instrumen pasar modal, jadi wajar jika pasar modal masih kalah pamor dengan emas atau deposito. Di satu sisi, berinvestasi dipasar modal juga relatif rumit secara administratif, sekalipun dengan regulasi baru saat ini, yang sekalipun lebih sederhana dan aman, namun tetap saja sedikit berbelit daripada instrumen investasi lainnya.

Namun investasi ini tetap memberikan peluang return yang menjanjikan, dan sangat disarankan sebagai alokasi aset investasi kita. Prinsip dasar investasi, jangan tempatkan semuanya dalam 1 keranjang. Dan dipasar modal, ada 3 instrumen yang wajib dikenal, yakni saham, obligasi dan reksadana. Ada dua mekanisme untuk menanamkan modal dipasar modal, yakni :

  1. Investasi secara langsung
  2. Investasi secara tidak langsung

Untuk berinvestasi secara langsung, maka seorang pemodal harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang baik terkait dengan instrumen yang ada di pasar modal, mampu menganalisa serta memiliki akses-akses ke sumber informasi seperti bursa misalnya. Juga menguasai manajemen portofolio, dana yang relatif besar dan akses ke pialang atau broker. Tanpa kemampuan yang cukup, maka pemodal ibarat Alice in wonderland, yang kehilangan arah tanpa tahu tujuan dipasar modal.

Sementara investasi tidak langsung, pemodal menyerahkan kepercayaan sepenuhnya terhadap dana yang ditanamkan kepada pihak yang nantinya akan mengelola dana tersebut ke pasar modal. Pemodal tidak perlu repot dan bingung akan kompleksitas pasar modal, dan berharap investasi akan kembali dalam bentuk keuntungan. Sekarang, mari kita membahasnya satu-persatu.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *