MENU

by • January 11, 2017 • Startup JournalComments (0)291

Jenis Usaha Apa Yang Nge Hits?

usaha-yang-lagi-ngetrend

Ada banyak bidang bisnis, mulai dari toko konvesional, konsultan, website online sampai dengan jasa profesional. Demikian pula dengan sistemnya, ada yang tradisional dimana pengusaha membangun sendiri sistem bisnisnya, atau membeli sistem yang sudah ada melalui franchise [waralaba] atau membeli dan ikut dalam sistem tersebut dalam bisnis pemasaran jaringan [multi level marketing], inilah kategori yang dibuat oleh Robert Kiyosaki. Dalam buku 50 peluang usaha dengan modal dibawah Rp 10 juta, Alila Pramiyanti menulis sebuah hasil survey yang menyebutkan bahwa 43% pengusaha mendapat ide dari pengalaman yang diperoleh saat dia bekerja di industri yang sama. Mereka tahu operasional suatu usaha dan umumnya punya jaringan kerjasama. Sebanyak 15% pengusaha mendapat ide usahanya saat melihat orang lain mencoba suatu usaha, sebanyak 11% diantaranya para pengusaha memperoleh ide saat melihat peluang pasar yang tidak atau belum terpenuhi. Lalu sekitar 7 % pengusaha mendapat ide karena telah meneliti secara sistematik kesempatan berusaha dan sisanya sekitar 3% memperoleh ide karena hobi atau tertarik akan kegemaran tertentu.

Orang bilang, seorang entreprenuer sejati tidak pernah mempertanyakan jenis bisnis apa yang baik saat ini, bagi mereka semua jenis bisnis baik dan bagus saja untuk dijalankan kapanpun. Memiliki hobi yang bisa menghasilkan uang memang suatu hal yang sangat menyenangkan. Misalnya saja pemain bola, yang kemudian menjadi atlet profesional dan mendapat bayaran tinggi, atau fotografer yang bisa memiliki studio dan menghasilkan cash flow. Mareka bisa menjalankan hobinya, pun mendapat profit dari keterampilannya tersebut. Mungkin yang paling ideal adalah jika kita bisa melakukannya seperti itu. Namun jika tidak pun, bukanlah persolan besar, yang penting ada business will, maka solusi akan terbuka dengan sendirinya. Dan jenis usaha apapun yang kita bangun, selama kita senang dan bergairah dalam menjalankannya, itu sudah cukup untuk membuat bisnis tersebut tumbuh.

Dirikanlah usaha yang sekiranya mendekati keterampilan dan kesenangan yang Anda miliki, kemudian sesuaikan dengan jumlah modalnya. Dua faktor itu cukup representatif sebagai acuan awal. Kemudian tentukan, apakah jenis bisnis yang akan Anda dirikan ini merupakan jenis bisnis yang relatif tergolong baru bahkan belum pernah ada sebelumnya, atau Anda lebih memilih mendirikan usaha seperti yang sudah banyak ada disekitar Anda?

Ibarat mendulang emas, misalnya Anda adalah seorang penambang baru dan ikut terjun untuk mendulang emas, daerah manakah yang akan Anda gali terlebih dahulu, atau bagian sungai mana yang akan Anda sisir? Rasanya yang paling logis adalah dengan mengikuti penambang lain yang  sudah lebih dulu mengenal medan, mereka biasanya akan berkumpul pada satu sisi galian atau sungai yang memang sudah terbukti terdapat sejumlah emas disana. Maka para penambang akan memfokuskan pada areal yang sama, karena disanalah tempat emas sudah berhasil ditemukan. Jika Anda penambang baru, maka berbaurlah disana, galilah sisi galian yang sama dengan yang mereka gali, karena disana kemungkinan mendapat hasil emas lebih besar. Dan jika kita mau mendapatkan emas lebih banyak, maka pastikan bahwa Anda memiliki skill dalam menambang atau mendulang yang cakap, sabar dan penuh perhitungan, maka peluang mendapatkan emas lebih banyak terbuka, sekalipun harus bersaing dengan penambang lain. Demikian pula dengan membangun jenis usaha yang memang sudah banyak ada disekitar kita. Misalnya kita sering jumpai laundry dimana-mana, maka bisa dipastikan bahwa pasarnya [baca : emasnya] telah ada, tinggal bagaimana kita mendirikan yang lebih baik untuk dapat bersaing dengan kompetitor. Namun jika Anda memutuskan untuk mencoba mendulang didaerah yang jauh dari kerumunan, misalnya lebih memutuskan untuk mendulang dihilir atau hulu sungai, atau membuat galian baru yang jauh dari yang lain, maka ada dua kemungkinan yang akan terjadi, pertama Anda akan gagal total karena daerah yang Anda gali belum tentu terdapat emas disana, atau justru bisa jadi sebaliknya, karena ternyata daerah baru yang Anda gali penuh dengan logam mulia ini yang belum terjamah penambang lain. Inilah yang ibaratnya membangun jenis usaha baru, belum tentu ada pasarnya, namun jika berhasil melakukan penetrasi, bukan tidak mungkin kita menjadi pionernya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *