MENU

by • January 15, 2017 • Startup JournalComments (0)319

Menentukan Lokasi & Bentuk fisik bangunan Usaha

Ada dua unsur penting dalam sebuah organisasi, yang pertama unsur statis dan kedua dinamis. Yang dinamis adalah SDM atau pelaku bisnisnya, sementara yang statis adalah aset atau dalam bahasa akuntansinya aktiva tetap. Seperti tanah dan bangunan usahanya. Hal ini berkorelasi pada lokasi usaha. Untuk menentukan lokasi usaha dan bentuk fisik bangunan usahanya, banyak faktor pendekatan yang harus ditelaah mulai dari jenis usahanya, modal yang ada dan demografi. Tidak sedikit usaha yang gulung tikar karena salah menentukan lokasi usaha yang tepat.

 Rumah. Jika kalkulasi modal Anda tidak cukup besar untuk dianggarkan pada penggunaan toko atau ruko [rumah toko, umumnya minimal terdiri dari 2 lantai dengan asumsi lantai atas digunakan sebagai tempat tinggal atau rumah], maka alternatif yang bisa Anda pilih untuk menjalankan roda usaha adalah rumah. Dengan ruko atau toko, biaya yang harus dikeluarkan untuk kontrak relatif mahal, karena selain difokuskan untuk keperluan usaha/bisnis, juga biasanya terdapat didaerah pasar yang potensial, setidaknya dipinggir jalan. Keterbatasan menjalankan bisnis menggunakan rumah adalah jenis usaha yang terbatas, tidak semua jenis usaha bisa dilakukan disini. Namun sekalipun demikian bukan berarti peluang usaha rumahan tidak bisa menghasilkan omzet maksimal. Apalagi jika lokasi rumah terletak ditengah perumahan atau pemukiman yang padat. Titin Kuraesin pemilik usaha Pia Aplle Pie memulai usaha jajanannya dari dapur rumah mertua rekannya, bahkan tanpa berpromosi dalam rentang kurang dari 5 tahun usaha ini berkembang pesat bahkan sampai masuk keistana negara. Harsha E Joesoef bahkan memulai raksasa RPX grup, jasa pengiriman dan logistik hanya dari garasi rumahnya, bahkan sebagai pekerjaan sampingan saat itu. Namun kini RPX grup telah memiliki tiga pesawat kargo boeing 737-200, 160 mobil mulai Van hingga trukm sepeda motor dengan jumlah karyawan mencapai 1400 orang dengan 103 kantor cabang.

Beberapa jenis usaha yang bisa dijalankan melalui rumah adalah katering atau warung makan, toko klontong, laundry, fitness centre, bimbingan belajar, rental PS atau komputer. Usaha-usaha ini tidak harus terletak dipinggir jalan besar, dengan promosi yang tepat keterbatasan usaha rumahan bisa diatasi dengan efektif.

Toko – Ruko. Namun jika modal yang Anda miliki relatif besar, maka mengusahakan untuk memiliki atau sewa toko/ruko cukup baik. Namun sekalipun demikian, mendirikan usaha dengan menggunakan toko/ruko bukan jaminan akan keberhasilan. Berikut beberapa tips yang dapat dijadikan acuan pada saat Anda hendak memilih toko/ruko.

  1. Upayakanlah untuk mencari toko/ruko yang terletak di jalan dua arah. Seorang teman Saya pernah memberanikan diri untuk kontrak sebuah toko untuk ekspansi counter penjualan pulsanya yang terletak dipinggir jalan dan hanya diperbolehkan lalu lintas satu arah. Dan pada ruas jalan seperti ini, kecenderungan pengguna jalan adalah memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Untuk sebuah usaha penjualan pulsa yang dalam satu ruas jalan terdapat lebih dari satu unit bisnis sejenis, maka yang dilakukan teman Saya adalah berjudi. Orang bisa dengan mudah mencari penjual pulsa tanpa harus fanatik pada satu toko tertentu, dan ketika usaha itu terletak pada ruas jalan satu arah, maka calon pembeli yang terlewat tidak bisa memutar kendaraannya, dan lebih memilih untuk mencari penjual pulsa yang lain.
  2. Jika memungkinkan, carilah yang dekat dengan lampu merah. Selalu ada kendaraan yang berhenti dan melihat sekeliling, ini merupakan promosi secara gratis akan keberadaan usaha kita.
  3. Jika toko/ruko yang Anda cari terdapat didaerah pertokoan, maka upayakan untuk mendapatkan toko/ruko yang bagian [blok] tengah atau yang paling terlihat dari keramaian, untuk memudahkan dilihat.
  4. Lakukan survey apakah dilokasi tersebut ada usaha sejenis seperti yang akan Anda dirikan, jika Ada ukur kemampannya apakah memungkinkan untuk bersaing, jika tidak sebaiknya hindari saja. Daripada harus membuang banyak waktu untuk beriklan mencoba menarik pelanggan.
  5. Pastikan ada lahan parkir, mengingat perkembangan jaman yang kian cepat dan orang membutuhkan akses cepat dan praktis.
  6. Hindari menyewa bangunan untuk usaha eceran dikawasan industri, bukan positioning yang tepat dikawasan orang berorientasi melakukan kegiatan bisnis.
  7. Jika Anda memiliki keyakinan dan orientasi jangka panjang akan perkembangan usaha, maka bangunan tersebut haruslah sesuai dengan standard pertumbuhan usaha 2-5 tahun kedepan. Karena memindahkan lokasi bisnis yang tengah berkembang tentu saja memiliki sejumlah resiko yang harus Anda minimalisir.

 Sementara untuk usaha manufaktur, perhatikan masalah distribusi dan bidang-bidang tertentu seperti :

  1. Perhatikan semua jaringan kelistrikan, pipa air dan lain-lain sebelum perjanjian sewa ditanda tangani. Anggarkan biaya ekstra jika saja memerlukan perbaikan, atau Anda bisa meminta kepada pihak penyewa untuk memperbaikinya terlebih dahulu
  2. Hindari penempatan gudang dilantai II, carilah yang memiliki aksebilitas dan kemudahan bergerak yang berkaiatan dengan produk atau barang-barang ayang akan digunakan pada gudang tersebut
  3. Hidari ruangan yang pengap dan minim ventilasi, karena kadang jendela tidak cukup memberikan sirkulasi udara. Memasang exsaust fan bisa menjadi solusi.
  4. Pasanglah terali pada semua jendela, berikan kunci ganda untuk pintu. Sekiranya memungkinkan lengkapi dengan CCTV kamera, atau cara yang lebih murah yakni memelihara anjing penjaga.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *