MENU

by • January 15, 2017 • InvestasiComments (0)306

Mengapa Membeli Emas?

 

Selama ini orang lebih menaruh kepercayaan pada uang, semakin tinggi kepercayaan itu, maka semakin tinggi nilai dari mata uang tersebut. Namun dalam sejarah beberapa kali terjadi dimana kepercayaan atas uang menurun drastic. Krisis global diakhir tahun 2008 yang menerjang Amerika dan kemudian merambat kebeberapa Negara Eropa dan Asia merupakan salah satu kejadian yang melemahkan nilai mata uang, demikian pula dengan krisis moteter di Asia tahun 1997 lalu. Pada tahun 1920-an di Jerman, orang-orang menukar uang kertas deutche mark satu pedati penuh hanya untuk beberapa bongkah roti. Hal ini dapat terjadi karena inflasi, semakin banyak uang yang beredar daripada barang, maka nilai uang kian melemah.

Namun satu hal yang tidak berubah adalah kepercayaan orang-orang dengan emas yang konstan, bahkan diibaratkan sebagai baying-bayang inflasi. Di Amerika pada tahun 1929 bursa saham ambruk, bank-bank pailit, pengganguran melonjak dan tingkat kriminalitas naik tajam dimana orang-orang berebut mencari makanan, belum lagi ditambah dengan adanya kebijakan menghemat devisa melahirkan perang dagang yang kian memperburuk keadaan. Inflasi melonjak dengan tinggi. Situasi yang berbanding terbalik dengan harga emas yang melonjak tinggi, saat itu orang lebih suka menukarkan lembar uang dolarnya dengan logam mulia. Bahkan beberapa tahun kemudian teatnya 1933, pemerintah Amerikan mengeluarkan larangan menukar dolar dengan emas, hal ini bertujuan untuk memulihkan ekonomi yang saat itu masih resesi. Karenanya, banyak pihak baik orang maupun perusahaan yang memilih untuk melindungi kekayaan mereka dengan Emas, yang memang memiliki sifat mengikuti laju inflasi. Orang bilang, sejarah selalu berulang, faktanya hal itu memang selalu terjadi, diprediksi dalam 25 tahun kedepan mungkin terjadi 2-3 kali krisis besar dan 5-6 kali krisis skala sedang. Bahkan tidak sedikit orang yang sebenarnya bertujuan melindungi [hedging] kekayaannya lewat emas daripada melakukan ini karena tujuan investasi.

Semakin tinggi inflasi, dimana orang-orang menjadi panik atas ketidak pastian ekonomi, maka semakin tinggi harga emas. Apalagi inflasi yang terjadi besar-besaran, harga emas bisa naik hingga 2-3 kali lipat. Namun jika inflasi rendah maka harga emas cenderung konstan. Inilah sebabnya mengapa emas lebih tepat disebut sebagai alat pelindung kekayaan. Jika kemudian emas dipilih sebagai investasi, maka disarankan untuk dilakukan tidak dalam jangka pendek, misalnya dibawah 1 tahun, terlebih disaat inflasi terkontrol karena hasilnya akan lebih banyak waktu yang terbuang serta dana yang tertanam dengan hasil investasi yang tidak besar. Karenanya investasikan emas dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *