MENU

by • January 15, 2017 • InvestasiComments (0)415

Mengenal Instrumen Investasi Obligasi

Selain saham, dipasar modal juga dikenal instrumen obligasi yang merupakan surat tanda utang jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan swasta, BUMN ataupun pemerintah baik pusat maupun daerah dengan nilai nominal [disebut nilai pari/par value] . Di pasar modal, salah satu jenis obligasi yang diperdagangkan disebut dengan obligasi kupon [coupon bond] dengan tingkat bunga tetap selama masa berlaku obligasi, dimana jangka waktu pemberian bunga bisa 3, 6 atau 1 tahun sekali.

Hal ini menjadikan obligasi memiliki kesamaan dengan deposito, artinya terdapat hasil tetap secara periodik yang akan didapatkan persis seperti menanamkan dana di Deposito yang memperoleh hasil investasi [bunga] setiap bulannya. Dan pada saat jatuh tempo, perusahaan penerbit obligasi harus membayarkan nilai pari dari obligasi beserta bunga/kupon terakhirnya kepada pemodal. Karenanya bagi mereka yang memasuki masa pensiun, investasi ini akan terasa sebagai pengganti penghasilan reguler yang sudah tidak lagi didapatkan dari tempat sebelumnya ketika masih bekerja.

Jangka waktu investasi obligasi yang ideal pada periode 2-5 tahun, misalkan kita memiliki anak yang akan memasuki masa sekolah 4 tahun lagi, maka investasikan pada instrumen ini, sehingga 4 tahun kemudian kita mendapatkan tingkat pengembalian sesuai dengan yang diperhitungkan. Kalkulasi sederhananya adalah begini, jika membeli surat utang senilai Rp.100 juta dengan kupon bunga 12% untuk masa 3 tahun. Setiap tahun akan memperoleh sebesar Rp. 12 juta, atau jika dicairkan per 3 bulan sekali misalnya maka pemodal memperoleh Rp. 4 juta, terus begitu sampai dengan 3 tahun. Setelah jatuh tempo dalam masa 3 tahun, maka penerbit surat utang akan membayarkan dana awal yang ditanamkan sebesar Rp. 100 jt. Ilustrasi perhitungan investasi di obligasi adalah sebagai berikut:

  • Membeli obligasi dengan nilai pari : Rp. 100.000.000
  • Pembelian sebesar 90% dari nilai pari : Rp.   000.000
  • Kupon bunga : 16 % /tahun
  • Jatuh tempo : 5 tahun
  • Kupon bunga dibayarkan berkala setiap 1 tahun sekali

Besarnya pembayaran secara berkala [1 tahun sekali] melalui bunga adalah sebesar :

Rp. 100.000.000 x 16 %                     = Rp. 16.000.000 /tahun

Jika kemudian ditahun ke 1 setelah pembayaran kupon ternyata harga dari obligasi meningkat menjadi  Rp. 95.000.0000. Disini kita bisa memperoleh capital gain layaknya saham dengan menjual seharga tersebut, dimana keuntungan yang diperoleh adalah Rp. 5 juta, ditambah bunga dan kupon yang sudah diterima sebelumnya sebesar Rp. 16.000.000.  Maka total yang kita dapatkan adalah Rp. 16.000.000 + Rp. 5.000.000 =Rp. 21.000.000. Atau dalam persentase yakni : [Rp. 5 jt + Rp. 16 juta] / Rp. 90 juta = 23,33 % pertahun. Tertarik?

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *