MENU

by • January 15, 2017 • InvestasiComments (0)663

Mengenal Instrumen Investasi Reksadana

Reksadana menurut [UU] nomor 8 tentang pasar modal adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Disebutkan disini adalah masyarakat pemodal, artinya sekelompok investor yang menanamkan dananya ke manajer investasi. Berikutnya manajer investasi akan mengelola dana investasi yang telah terkumpul untuk diinvestasikan ke portofolio efek seperti pasar uang, obligasi dan saham. Itulah sebabnya mengapa reksanda merupakan bentuk investasi yang tidak langsung. Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menanamkan modal disektor ini, diantaranya adalah :

  • Investasinya sudah terdeversifikasi. Dalam reksa dana, dana yang ditanamkan oleh pemodal tidak hanya untuk satu instrumen inevestasi, informasi detil dalam pembahasan setelah ini
  • Efisien dalam hal waktu dan biaya. Karena semua dana dikelola oleh manajer investasi, sehingga tidak membutuhkan keterlibatan kita sebagai invetor secara langsung.
  • Di kelola oleh manajer investasi yang profesional. Dana yang ditanamkan dikelola oleh manajer investasi yang profesional dan tahu bagaimana mengambil keputusan pada saat pasar modal tengah berada pada situsi yang buruk
  • Dapat dialihkan ke Reksa Dana lain dengan cepat dan mudah. Jika kemudian kita menilai reksa dana dengan manajer investasinya tidak mampu mengembangkan dana yang kita tanamkan, maka kita memiliki opsi untuk pindah ke reksa dana lain, dan hal ini dapat dilakukan dengan proses yang relatif cepat dan mudah

 

Jenis Investasi Reksa Dana

Beberapa jenis investasi reksa dana adalah sebagai berikut :

  • Reksa Dana Pasar Uang [Money Market]. Investasi reksa dana ke pasar uang dengan instrumen investasinya seperti deposito berjangka, sertifikat bank Indonesia atau surat berharga pasar uang. Investasi ini disukai karena risiko yang lebih rendah dari investasi lain dan bisa dimainkan dalam jangka waktu yang pendek. Karena diinvestasikan ke pasar uang, investasi ini sangat likuid. Investasi pasar uang harus 100% pada efek pasar uang, tidak diperbolehkan yang lain.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap / Obligasi [Fixed Income]. Portofolio investasinya adalah utang, umumnya obligasi. Dan bukan hanya obligasi pemerintah, namun juga obligasi koporasi selama suku bunganya bagus. Obligasi memiliki kupon/bunga yang dibayarkan secara periodik dan membayar utang pokok pada saat jatuh tempo. Surat utang lainnya adalah MTN dan efek beragun aset. Obligasi memiliki komposisi jumlah minimal 80% untuk investasi dibawah 1 tahun dan 95% maksimal dari total asetnya untuk investasi diatas 1 tahun, karena harus memiliki minimum 5 % pada efek pasar uang.  
  • Reksa Dana Saham. Sama seperti obligasi, komposisi jumlah minimal adalah 80% dari total aset dan sisanya bisa diinvetasikan ke efek pasar uang atau obligasi. Manajer investasi biasanya memprioritaskan saham unggulan [blue chip] atau jenis saham yang likuid. Hasil keuntungan bagi pemodal yang berinvestasi pada reksa dana saham adalah  berbentuk capital gain / deviden.
  • Reksa Dana Campuran. Investasinya bisa bervariasi dengan kombinasi ke obligasi, saham atau bentuk lain. Namun harus berinvestasi min 30% di efek saham.

Reksadana adalah strategi paling mudah, dan juga murah dipasar modal. Terlebih jika kita membelinya secara bertahap setiap bulan, setelah 5 tahun umumnya hasil investasi di reksadana akan mengalami kenaikan yang eksponensial. Jika kita tidak memiliki waktu untuk berinvestasi dipasar modal secara langsung, maka reksadana adalah solusi paling baik.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *