MENU

by • January 15, 2017 • Karyawan (Employee)Comments (0)297

Panduan Tata Tertib Dalam Hal Gaji atau Upah kepada karyawan

  1. Ijin

Terdapat ijin 2 jam bagi karyawan. [Diberikan untuk karyawan agar bisa melakukan beberapa rutinitas bulanan seperti misalnya membayar tagihan listrik/air tempat tinggal mereka, mengurus perpanjangan KTP/SIM dan hal-hal sejenis] tanpa adanya pemotongan baik uang makan, uang transport ataupun yang lainnya.

Ijin ini harus disampaikan setidaknya 1 hari sebelumnya dan ada karyawan lain yang bisa menggantikan pekerjaan yang ditinggalkan oleh karyawan yang tengah ijin tersebut

  1. Cuti

Umumnya jatah cuti diberikan 1 kali dalam satu bulan kepada seorang karyawan. Dan nanti diakhir tahun diakumulasikan berapa banyak yang sudah diambil. Masing-masing perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda, tergantung Anda dan kekuatan financial usaha untuk menentukan, apakah cuti yang tidak diambil sampai dengan akhir tahun diputuskan hangus, atau diganti dalam bentuk uang. Dan jika cuti yang diambil melebihi 12 kali, maka gaji atau bonus tahunan karyawan dipotong. Semuanya Anda tentukan yang sekiranya terbaik untuk perkembangan usaha Anda.

Cuti Pendek

Ada 2 jenis cuti pendek yang bisa Anda berikan, pertama cuti 1 hari penuh, kedua cuti setengah hari.

  1. Cuti penuh, maka tentu saja uang makan dan transport tidak diberikan.
  2. Cuti setengah hari, maka hanya dipotong uang transportnya saja dan uang makan tetap diberikan.

 

Cuti Panjang

  1. Cuti panjang umumnya diberikan pada karyawan yang hamil selama maksimal 3 bulan, dan selama cuti, perusahaan tetap memberikan gaji pokok
  2. Juga biasanya diajukan pada hari raya lebaran berupa libur nasional yang memang sudah diagendakan oleh pemerintah. Disini biasanya jatah cuti tahunan ikut dipotong.

 

  1. Resign

Buatlah ketentuan resign yang adil, baik untuk karyawan maupun perusahaan. Jika karyawan memutuskan untuk tidak lagi bergabung dengan usaha Anda atas keinginannya sendiri, maka Anda tidak wajib untuk memberikannya pesangon. Demikian pula jika karyawan tersebut Anda berhentikan karena telah melakukan hal yang merugikan perusahaan. Namun jika pemutusan hubungan kerja terjadi karena usaha Anda tengah dilanda krisis misalnya, atau Anda jual sehingga terjadi pergantian manajemen dan kepemilikian, maka karyawan yang tidak lagi jasanya dibutuhkan mendapat pesangon. Besarnya pesangon berbeda-beda, namun secara umum rumusannya adalah sebagai berikut :

 

Pesangon = Masa Kerja [thn] x 2 kali gaji pokok.

 

Jika gaji pokoknya sebesar Rp. 500.000 dan karyawan tersebut telah bekerja selama 5 tahun, maka perusahaan harus membayar pesangon sebesar Rp. 5 jt rupiah. Namun bisa juga dalam peraturan Anda buat masa kerja dikali 3 atau mungkin 4 kali gaji pokok. Semuanya tergantung kebijakan Anda. Namun untuk karyawan yang bekerja belum 1 tahun, biasanya bisa dihitung secara proporsional.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *