MENU

by • January 15, 2017 • Karyawan (Employee)Comments (0)1001

Struktur organisasi dan level kerja karyawan

Seberapa besarkah usaha Anda? Jika Anda awali usaha Anda dengan jumlah karyawan yang cukup banyak, atau setidaknya untuk mengantisipasi sekiranya usaha yang Anda rintis kelak bertumbuh. Menyiapkan struktur dan jenjang karir bagi karyawan sejak dini merupakan langkah yang tepat. Beberapa bentuk jenjang karir adalah sebagai berikut :

Level Kerja

  • Karyawan lepas / pekerja harian adalah karyawan yang Anda sewa dengan upah atau gaji harian, namun jika kinerja karyawan tersebut cukup bagus Anda bisa menawarkan untuk menjadikannya karyawan tetap. Di level jenjang, inilah yang paling bawah, karena memang tidak memiliki ikatan sebagai pekerja tetap dengan perusahaan.
  • Petugas kebersihan/office boy atau Keamanan [satpam]. Secara level sebenarnya, karyawan bagian ini tidak jauh berbeda dengan karyawan lepas, hanya saja disini karyawan sudah diangkat menjadi karyawan tetap. Jumlah karyawan dilevel ini biasanya sedikit, bahkan bisa saja saling merangkap tugas.
  • Pelaksana Harian. Sementara untuk pelaksana harian biasanya berjumlah paling banyak, merekalah yang menjadi tulang punggung roba bisnis Anda hingga berputar. Mereka yang dibagian ini misalnya, Kasir / penjaga counter, Marketing / sales, Customer Service atau pekerja administrasi
  • Dan jika dalam usaha Anda sudah terdapat lebih dari 5-7 orang karyawan, mungkin sudah saatnya Anda memilih satu diantaranya untuk menjabat sebagai supervisor atau pengawas. Posisi pengawas bukan berarti karyawan tersebut hanya diam dan mengawasi pekerja lainnya, namun ikut membantu namun tidak dengan volume kerja yang sama. Fokus seorang supervisor adalah menjaga agar semua proses berjalan dengan baik, tentu saja semua bentuk tanggung jawab atas hasil dari pekerjaan yang berjalan menjadi milik supervisor. Dan upah/gaji seorang supervisor diatas gaji pelaksana harian lainnya.
  • Manajer toko / Store Manager. Secara teknis manajer toko sama dengan supervisor, pembentukan posisi store manager biasanya terjadi setelah Anda memilki lebih dari 1 unit usaha. Setelah adanya unit usaha yang baru, waktu dan tenaga akan lebih tercurahkan untuk pengembangan usaha baru tersebut. Agar unit usaha yang sebelumnya tetap berjalan dengan baik, maka ciptakanlah posisi store manager, selain bertugas layaknya supervisor, manajer toko juga bertanggung jawab atas administrasi dan keuangan usaha.
  • Regional / Area manajer. Yang ini tentu saja Anda buat jika usaha Anda sudah tidak lagi dikategorikan usaha kecil. Seseorang yang Saya kenal kiprahnya dalam bisnis seluler, adalah sebuah contoh, kebetulan seorang kenalan Saya bekerja disana dan banyak menceritakan lika liku manajemen usaha tersebut. Diawali dengan sebuah counter pulsa kecil, kemudian berkembang menjadi usaha penjualan HP dan belakangan melayani penjualan grosir, beberapa tahun kemudian memegang sebuah lisensi distribusi salah satu operator seluler, melakukan ekspansi dan kini telah memiliki cukup banyak unit counter HP yang tersebar dibeberapa daerah. Dan dalam manajemen usahanya, sudah terdapat posisi regional/area manajer, yang membawahi beberapa store manager. Job Description-nya mengawasi kinerja outlet dan menerima laporan dari para store manager.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *