MENU

by • January 15, 2017 • InvestasiComments (0)295

Tipe-tipe investor

Soal resiko dalam berinvestasi sebenarnya soal selera, suka yang pedas atau asin tergantung pilihan. Beberapa orang memang terbakar adrenalinnya ketika menanamkan dananya pada investasi beresiko tinggi, namun banyak penanam modal yang biasanya pasrah dan menerima hasil yang ada selama dananya tidak hilang alias aman.

Tujuan berinvestasi antara orang yang satu dan yang lain juga menentukan pilihan investasinya, mulai dari tingkat pendapatan dan pengeluaran sampai dengan keberanian dalam menghadapi resiko. Beragam tujuan inilah yang menentukan pilihan, misalkan

Kebutuhan investasi

Misalkan untuk membeli rumah, pendidikan anak, biaya perkawinan dan sebagainya. Masing-masingnya menghadirkan pilihan instrumen investasi yang berbeda

Resiko

Tiap orang berbeda karakter, hal ini menentukan pilihan investasi apakah yang beresiko tinggi, sedang atau rendah.

Berikut adalah tipe-tipe investor yang membedakan satu dan lainnya berdasarkan keberaniannya mengambil resiko.

Pemodal Konservatif

Pemodal seperti ini tidak terlalu berani mengambil resiko sehingga memilih untuk berinvestasi pada instrumen yang hasilnya pasti seperti deposito. Kalaupun kemudian mempertimbangkan instrumen lain seperti obligasi atau saham misalnya, biasanya dilakukan dengan alokasi dana yang minimal

Pemodal Moderat

Pemodal tipe ini berani mengambil resiko, namun juga mempertimbangkan dengan hati-hati setiap instrumen yang dimiliki. Ada kalkuasi matang dan mengelola porsi alokasi dana yang akan diinvestasikan untuk instrumen beresiko. Pilihan pemodal ini pada skala medium risk –medium return

Pemodal Agresif

Yang ini merupakan pemodal yang paling berani termasuk mengalokasikan sebagian besar dananya pada instrumen yang beresiko. Return tinggi menjadi tujuannya, dan semakin likuid investasi tersebut maka menjadi prioritas bagi pemodal tipe ini.

Jika dasar investasi ini sudah dipahami, maka sekarang saatnya melihat apa saja pilihan investasi yang ada sehingga Anda bisa mengambil keputusan yang tepat. Karena strategi investasi sangat penting, jang sampai kemudian Anda menanamkan modal pada instrumen beresiko tinggi namun mendapatkan hasil yang sama dengan berinvestasi pada instrumen beresiko rendah. Maka jelas ada yang salah dengan kalkulasi Anda.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *